English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ Belajar Dan Berbagi Ilmu Serta Nasehat Untuk Mempererat Ukhuwah Islamiyah
free counters

Rabu, 22 Agustus 2012

FITNAH TANDUK SYAITAN DI NAJD BUKAN DI IRAQ

Oleh : Von Edison Alouisci

Bukti peta disamping secara ilmu geografis pun membuktikannya pada kita bahwa Najd adalah dataran tinggi dan Iraq dataran rendah

Pertama :

Tempat munculnya fitnah.

عن ابن عمر رضي لله عنهما أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو مستقبل المشرق يقول : " ألا إن الفتنة هاهنا من حيث يطلع قرن الشيطان . رواه البخاري

Dari Ibnu Umar Radhiallahu 'anhuma, bahwasanya beliau mendengar Rasulullah Shallahu 'alaihi wasallam bersabda sambil menghadap ke arah Timur (tempat terbitnya matahari)" Ketahuilah, sesungguhnya fitnah itu datangnya dari sana dari tempat munculnya tanduk syaitan ".( HR. Bukhari : 7093)

Dengan hadits sahih ini menjelaskan bahwa letak fitnah itu berada di arah Timur dari tempat terbitnya matahari dari kota Madinah, sebab saat berbicara demikian, posisi Nabi berada di Madinah. Kemudian di takshis lagi oleh beliau dengan ucapannya “ Dari sekiranya muncul tanduk syaitan “.

Di manakah letak tepatnya tanduk syaitan ?

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوا وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوا وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ

Dari Ibnu Umar berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata“Ya Allah berilah keberkatan kepada kami, pada Syam kami dan pada Yaman kami”. Para sahabat berkata “dan juga Najd kami?”. Beliau bersabda “disana muncul kegoncangan dan fitnah, dan disanalah akan muncul tanduk setan”. (Shahih Bukhari 2/33 no 1037)

Dengan hadits sahih ini Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam lebih mentakhsis (menentukan)lagi letak munculnya kegoncangan, fitnah dan tanduk syaitan yaitu di Najd. Dan saat Nabi berbicara seperti itu, Daerah Najd hanya satu yang dikenal saat itu yaitu daerah Hijaz. Dan Najd merupakan arah Timur Madinah.

Kedua :

Najd dataran tinggi.

Dari segi Lughah / etimologi Najd bermakna tempat yang berdataran tinggi. Lawannya disebut Ghour yaitu tempat yang berdataran rendah.

Imam Khoththobi mengatakan :

وأصل النجد ما ارتفع من الأرض، وهو خلاف الغور فإنه ما انخفض منها

Asli makna Najd adalah bumi yang berdataran tinggi lawan dari Ghour yaitu bumi yang berdataran rendah.

Imam Ibnu Hajar setelah menukil kalam imam Khoththobi, berkesimpulan sebagai berikut :

وعرف بهذا وهاء ما قاله الداودي أن نجدا من ناحية العراق فإنه توهم أن نجدا موضع مخصوص، وليس كذلك بل كل شيء ارتفع بالنسبة إلى ما يليه يسمى المرتفع نجدا والمنخفض غورا

“ Dengan ini dapat diketahui, dan apa yang diucapkan ad-Dawudi “ Bahwa Najd itu dari pedalaman Iraq “, memberi kesan seolah Najd itu tempat tertentu padahal bukanlah demikian (Najd bukan nama daerah tertentu), akan tetapi setiap sesuatu yang berada disekitar dataran tinggi disebut Najd dan dataran rendah disebut Ghour “.
(Fath Al-Bari Bi Sharh Sahih Al-Bukhari, Dar Al-Ma’rifah, Beirut, 1379H, 13: 47)

Iraq dataran rendah.

Dalam kitab tarikh Baghdad, imam Abu Bakar Ahmad bin Ali bin Tsabit al-Baghdadi mengatakan :

أخبرنا علي بن أبي علي البصري قال: أنبأنا إسماعيل بن سعيد المعدل قال: قال أبو بكر محمد بن القاسم الأنباري قال ابن الأعرابي: (إنما سمي العراق عراقاً لأنه سَفُل عن نجد ودَنا من البحر. أُخذ من: عراق القربة، وهو الخرز الذي في أسفلها

“ Ibnu al-A’rabi berkata ; “ Sesungguhnya kota Iraq dinamakan Iraq sebab Iraq itu lebih rendah dari Najd dan dekat dengan lautan. Diambil kata itu dari Iraqul qoryah yaitu dasar yang ada di bawah kampung “.

(Tarikh Baghdad : 1/24)

Dengan penjelasan dari sisi lughahnya semakin menguatkan bahwa yang dimaksud Najd dalam hadits tersebut adalah Najd Hijaz atau daerah sekitar Riyadh, karena Riyadh merupakan dataran tinggi sedangkan Iraq dataran rendah.


Tidak ada hadits yang menerangkan Najed adalah Iirak namun ada riwayat yang mengatakan ada timbul fitnah di Irak yakni fitnah dari orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah, kabilah Bani Tamim dari Najd.jika periwayatan tentang irak maka jika kita perhatikan hukum matan,sanad dan rawinya.. jelas cacat dan tidak bisa dijadikan hujjah.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda bahwa fitnah dari arah timur

Dari Ibnu Umar ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda sementara beliau menghadap timur: “Ingat, sesungguhnya fitnah itu disini, sesungguhnya fitnah itu disini dari arah terbitnya tanduk setan.” (HR Muslim 5167)

Ada riwayat yang mengatakan bahwa fitnah adalah dari Irak sedangkan Irak tidak berada sebelah Timur. Hal itu terjadi karena orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah, kabilah Bani Tamim dari Najd diusir atau diisolasi oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ke sebuah kampung yang bernama Haruri yakni kampung dekat Kufah (Irak) maka mereka disebut pula kaum Haruriyyah

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda bahwa fitnah dari orang-orang serupa Dzul Khuwaishirah, kabilah Bani Tamim dari Najd

Dari Kabilah Bani Tamim

Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman bahwa Abu Sa’id Al Khudriy radliallahu ‘anhu berkata; Ketika kami sedang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sedang membagi-bagikan pembagian(harta), datang Dzul Khuwaishirah, seorang laki-laki dari Bani Tamim, lalu berkata; Wahai Rasulullah, tolong engkau berlaku adil. Maka beliau berkata: Celaka kamu!. Siapa yang bisa berbuat adil kalau aku saja tidak bisa berbuat adil. Sungguh kamu telah mengalami keburukan dan kerugian jika aku tidak berbuat adil. Kemudian ‘Umar berkata; Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk memenggal batang lehernya!. Beliau berkata: Biarkanlah dia. Karena dia nanti akan memiliki teman-teman yang salah seorang dari kalian memandang remeh shalatnya dibanding shalat mereka, puasanya dibanding puasa mereka. Mereka membaca Al Qur’an namun tidak sampai ke tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti melesatnya anak panah dari target (hewan buruan). (HR Bukhari 3341)

Dari Najd

Telah menceritakan kepada kami Hannad bin As Sari telah menceritakan kepada kami Abul Ahwash dari Sa’id bin Masruq dari Abdurrahman bin Abu Nu’m dari Abu Sa’id Al Khudri ia berkata; Ketika Ali bin Abi Thalib berada di Yaman, dia pernah mengirimkan emas yang masih kotor kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu emas itu dibagi-bagikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada empat kelompok. Yaitu kepada Aqra` bin Habis Al Hanzhali, Uyainah bin Badar Al Fazari, Alqamah bin Ulatsah Al Amiri, termasuk Bani Kilab dan Zaid Al Khair Ath Thay dan salah satu Bani Nabhan. Abu Sa’id berkata; Orang-orang Quraisy marah dengan adanya pembagian itu. kata mereka, Kenapa pemimpin-pemimpin Najd yang diberi pembagian oleh Rasulullah, dan kita tidak dibaginya? maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menjawab: Sesungguhnya aku lakukan yang demikian itu, untuk membujuk hati mereka. Sementara itu, datanglah laki-laki berjenggot tebal, pelipis menonjol, mata cekung, dahi menjorok dan kepalanya digundul. Ia berkata, Wahai Muhammad! Takutlah Anda kepada Allah! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Siapa pulakah lagi yang akan mentaati Allah, jika aku sendiri telah mendurhakai-Nya? Allah memberikan ketenangan bagiku atas semua penduduk bumi, maka apakah kamu tidak mau memberikan ketenangan bagiku? Abu Sa’id berkata; Setelah orang itu berlaku, maka seorang sahabat (Khalid bin Al Walid) meminta izin kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk membunuh orang itu. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: Dari kelompok orang ini, akan muncul nanti orang-orang yang pandai membaca Al Qur`an tetapi tidak sampai melewati kerongkongan mereka, bahkan mereka membunuh orang-orang Islam, dan membiarkan para penyembah berhala; mereka keluar dari Islam seperti panah yang meluncur dari busurnya. Seandainya aku masih mendapati mereka, akan kumusnahkan mereka seperti musnahnya kaum ‘Ad. (HR Muslim 1762)

Anggota tetap komisi kajian ilmiyyah dan fatwa kerajaan Saudi Arabiyyah mengakui bahwa Masyriq adalah Najd.

Sebenarnya para ulama wahhabi-salafi yang bergabung dalam komisi tetap kajian ilmiyyah dan fatwa telah mengakui bahwa yang disebut masyriq dalam hadits shahih tentang Qornus syaitan adalah NAJD. Namun mereka enggan dan syok (terkejut) mengakuinya, sehingga mereka menutup-nutupinya dari para pengikutnya.

Berikut petikan hujjah-hujjah mereka dalam kitab Fatawa Al-Lajnah ad-Daimah jilid 3 fatwa nomer 6667 :

س؛ ما هي الفتنة التي يقول عليه الصلاة والسلام في هذا الحديث : ألا إن الفتنة ها هنا….من حيث يطلع قرن الشيطان الحديث…؟؟؟

جـ ؛ ….. وقيل: يعني نجد مسكن ربيعة ومضر وهي مشرق لقوله في حديث ابن عمر حين قال صلى الله عليه وسلم: {اللهم بارك لنا في شامنا وفي يـمننا، قالوا: وفي نجدنا؟؟ قال رسول الله: هنالك الزلازل والطاعون وبها يطلع قرن الشيطان…}

وأهل المشرق يومئذ من مضر….والظاهر أن الحديث يعم جميع المشرق الأدنى والأقصى والأوسط ومن ذلك فتنة مسيلمة الكذاب، وفتنة المرتدين من ربيعة ومضر وغيرهما في الجزيرة

Soal : Apakah fitnah yang dimaksud dalam Hadits Nabi Saw tentang tanduk syaitan ?

Jawab : dikatakan adalah yg dimaksud Najd tempat pemukiman bani Rabi’ah dan Mudhar, yaitu di daerah Timur. karena ada Hadits Ibnu Umar ketika Rasul Saw bersabda : ” Ya Allah berkahilah Syam kami dan Yaman kami, mereka berkata ” Dan juga Najd kami wahai Rasul maka Nabi menjawab ” Di sanalah muncul kegoncangan dan Tho’un dan juga di sanalah muncul tanduk syaitan “.

Penduduk timur saat itu dari kalangan Mudhar. Yang jelas adalah bahwasanya hadits tersebut mencangkup semua Timur, baik dataran rendah, tinggi maupun tengah. Di antara fitnahnya adalah Fitnah Musailamah Al-Kdzdzab dan fitnah murtadnya bani Rabi’ah dan Mudhar dan selain kedua kelompok tersebut di JAZIRAH ARAB “.
Catatan :

Bukti-bukti kuat baik peta, ilmu bahasa, sejarah dan hadits-haditsnya telah menunjukkan bahwa masyriq yang dimaksud Nabi Saw dalam hadits tanduk syaitan adalah NAJD, sehingga bahkan ulama komisi tetap mereka pun mengakui kebenaran masyriq adalah NAJD bukan IRAQ.

Sumber : al zalazil al fitan wa qarn al syaitan, oleh Von Edison Alouisci
http://www.facebook.com/von.edison.alouisci

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...