English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
ูƒُู†ْุชُู…ْ ุฎَูŠْุฑَ ุฃُู…َّุฉٍ ุฃُุฎْุฑِุฌَุชْ ู„ِู„ู†َّุงุณِ ุชَุฃْู…ُุฑُูˆู†َ ุจِุงู„ْู…َุนْุฑُูˆูِ ูˆَุชَู†ْู‡َูˆْู†َ ุนَู†ِ ุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฑِ ูˆَุชُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู„َูˆْ ุกَุงู…َู†َ ุฃَู‡ْู„ُ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ู„َูƒَุงู†َ ุฎَูŠْุฑًุง ู„َู‡ُู…ْ ู…ِู†ْู‡ُู…ُ Belajar Dan Berbagi Ilmu Serta Nasehat Untuk Mempererat Ukhuwah Islamiyah
free counters

Rabu, 18 Juli 2012

MEMBONGKAR KEDUSTAAN SALAFI WAHABI ATAS NAMA IMAM SYAFI'I


Berbagai cara dan strategi busuk mereka lakukan untuk menyerang ajaran yang dipegang teguh oleh mayoritas umat Muslim ini, umat yang selalu mengedepankan sikap damai, kasih sayang dan toleransi, umat muslim Ahlus sunnah waljama’ah.

Mulai dari mencela para ulama salaf maupun ulama besar sesudahnya seolah mereka ingin menunjukkan bahwa para ulama kita dalam kesalahan, sesat atau pun kata busuk lainnya dengan hanya bermodal taqlid pada ulama mereka yang kapasitas keilmuannya sangat jauh dibandingkan para ulama yang mereka cela.

Mereka juga suka mencomot ucapan para ulama Ahlus sunnah dan memaknai dengan pemahaman yang menurut mereka itulah maksud ucapan tersebut padahal jika mau diteliti dan dikaji, maka akan tampak nyata makna yang sebenarnya. Tidaklah mereka berbuat demikian kecuali karena dua hal :

1. Sengaja memanipulasi ucapan para ulama Ahlus sunnah wal jama’ah untuk menipu dan membodohi umat dari makna yang sebenarnya demi mempromosikan doktrin mereka.
2. Kejahilan dan kedangkalan di dalam memahami ajaran agama Islam ini disebabkan mereka memisahkan diri dari pemahaman jumhurul ulama.

ูˆู…ู† ูŠุดุงู‚ู‚ ุงู„ุฑุณูˆ ู„ ู…ู† ุจุนุฏ ู…ุง ุชุจูŠู† ู„ู‡ ุงู„ู‡ุฏู‰ ูˆูŠุชุจุน ุบูŠุฑ ุณุจูŠู„ ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ู†ูˆู„ู‡ ู…ุง ุชูˆู„ู‰ ูˆู†ุตู„ู‡ ุฌู‡ู†ู… ูˆุณุงุฆุช ู…ุตูŠุฑุง

“ Dan barangsiapa menentang Rasul Saw setelah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan Kami masukkan dia ke dalam neraka jahannam dan itu seburuk-buruk tempat kembali “ (QS. An-Nisa : 115)

Di antara ucapan ulama Salaf yang sering mereka nukil adalah kalam Imam Syafi’i Rahimahullahu.

Manipulasi Salafi terhadap kalam imam Syafi’i dalam hal Aqidah :

" ุฑูˆู‰ ุดูŠุฎ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุฃุจูˆ ุงู„ุญุณู† ุงู„ู‡ูƒุงุฑูŠ ، ูˆุงู„ุญุงูุธ ุฃุจูˆ ู…ุญู…ุฏ ุงู„ู…ู‚ุฏุณูŠ ุจุฅุณู†ุงุฏู‡ู… ุฅู„ู‰ ุฃุจูŠ ุซูˆุฑ ูˆุฃุจูŠ ุดุนูŠุจ ูƒู„ุงู‡ู…ุง ุนู† ุงู„ุฅู…ุงู… ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุฅุฏุฑูŠุณ ุงู„ุดุงูุนูŠ ู†ุงุตุฑ ุงู„ุญุฏูŠุซ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ู‚ุงู„: ุงู„ู‚ูˆู„ ููŠ ุงู„ุณู†ุฉ ุงู„ุชูŠ ุฃู†ุง ุนู„ูŠู‡ุง ูˆุฑุฃูŠุช ุฃุตุญุงุจู†ุง ุนู„ูŠู‡ุง ุฃู‡ู„ ุงู„ุญุฏูŠุซ ุงู„ุฐูŠู† ุฑุฃูŠุชู‡ู… ูˆุฃุฎุฐุช ุนู†ู‡ู… ู…ุซู„ ุณููŠุงู† ูˆู…ุงู„ูƒ ูˆุบูŠุฑู‡ู…ุง ุงู„ุงู‚ุฑุงุฑ ุจุงู„ุดู‡ุงุฏุฉ ุฃู† ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุฃู† ู…ุญู…ุฏุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ، ูˆุฃู† ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุนู„ู‰ ุนุฑุดู‡ ููŠ ุณู…ุงุฆู‡ ูŠู‚ุฑุจ ู…ู† ุฎู„ู‚ู‡ ูƒูŠู ุดุงุก ูˆุฃู† ุงู„ู„ู‡ ูŠู†ุฒู„ ุฅู„ู‰ ุงู„ุณู…ุงุก ุงู„ุฏู†ูŠุง ูƒูŠู ุดุงุก "

“ Syaikhul Islam Abu Hasan Al-Hakary meriwayatkan dan Al-Hafidz Abu Muhammad Al-Muqoddasi dengan isnad mereka kepada Abu Tsaur dan Abu Syu’aib, keduanya dari imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’I, Nashirul hadits Rh, beliau berkata “ Pendapat di dalam sunnah yang aku pegang dan juga para sahabatku dari Ahli hadits yang telah aku saksikan dan aku ambil dari mereka seperti Sufyan, Malik dan selain keduanya adalah pengakuan dengan syahadah bahwa tiada Tuhan selain Allah Swt, Muhammad adalah utusan Allah dan sesungguhnya Allah Swt di atas Arsy-Nya di dalam langit-Nya yang mendekat kepada makhluk-Nya kapan saja DIA kehendaki, dan sesungguhnya Allah turun ke langit dunia kapan saja DIA kehendaki “.

(Mukhtashor Al-‘uluw halaman : 176)

Jawaban :

Dari sisi sanad :

1. Al-Hafidz Adz-Dzahaby di dalam kitabnya MIZAN AL-I’TIDAL juz : 3 halaman : 112 berkata :

ุฃุจูŠ ุงู„ุญุณู† ุงู„ู‡ูƒุงุฑูŠ : ุฃุญุฏ ุงู„ูƒุฐุงุจูŠู† ุงู„ูˆุถุงุนูŠู†

“ Abu Al-Hasan Al-Hakkari adalah salah satu orang yang suka berdusta dan sering memalsukan ucapan “

2. Abul Al-Qosim bin Asakir juga berkata :

ู‚ุงู„ ุฃุจูˆ ุงู„ู‚ุงุณู… ุจู† ุนุณุงูƒุฑ : ู„ู… ูŠูƒู† ู…ูˆุซูˆู‚ุงً ุจู‡

“ Dia (Abu Al-Hasan) orang yang tidak dapat dipercaya “

3. Ibnu Najjar berkata :

ูˆู‚ุงู„ ุงุจู† ุงู„ู†ุฌุงุฑ : ู…ุชู‡ู… ุจูˆุถุน ุงู„ุญุฏูŠุซ ูˆุชุฑูƒูŠุจ ุงู„ุฃุณุงู†ูŠุฏ

“ Dia dicurigai memalsukan hadits dan menyusun-nysun sanad “

4. Al-Hafidz Ibnu Hajar di dalam kitab LISAN AL-MIZAN juz : 4 halaman : 159 berkata :

ูˆูƒุงู† ุงู„ุบุงู„ุจ ุนู„ู‰ ุญุฏูŠุซู‡ ุงู„ุบุฑุงุฆุจ ูˆุงู„ู…ู†ูƒุฑุงุช ، ูˆููŠ ุญุฏูŠุซู‡ ุฃุดูŠุงุก ู…ูˆุถูˆุนุฉ

“ Kebanyakan hadits yg diriwayatkannya adalah ghorib dan mungkar dan juga terdapat hadits-hadits palsunya “.

5. Ibrahim bin Muhammad Ibn Sibth bin Al-Ajami di di dalam kitabnya Al-Kasyfu Al-Hatsits juz ; 1 halaman : 184 :

ูˆู‡ูˆ ูƒุฐุงุจ ูˆุถุงุน

“ Dia adalah seorag yang suaka berdusta dan suka memalsukan hadits “.

Dari sisi tarikh / sejarah :

Mereka (wahhaby salafy) mengaku atsar tersebut diriwayatkan oleh Abu Syu’aib dari imam Syafi’i. Benarkah ??

Ini sebuah kedustaan yang nyata karena di dalam kitab-kitab tarikh / sejarah bahwasanya Abu Syu’aib ini dilahirkan dua tahun setelah wafatnya imam Syafi’i, sebagaimana disebutkan dalam kitab Tarikh Al-Baghdadi juz : 9 halaman : 436.

Sekarang kita lihat bagaimanakah aqidah imam syafi’i yang sebenarnya tentang Istiwa Allah Swt ?

Berikut ini ucapan-ucapan imam Syafi’i yang kami nukil dari kitab-kitab yang mu’tabar dan dari riwayat-riwayat yang tsiqoh :

1.  Ketika imam Syafi’I ditanya tentang makna ISTIWA dalam al-Quran beliau menjawab :

“ ุกุงู…ู†ุช ุจู„ุง ุชุดุจูŠู‡ ูˆุตุฏู‚ุช ุจู„ุง ุชู…ุซูŠู„ ูˆุงุชู‡ู…ุช ู†ูุณูŠ ููŠ ุงู„ุฅุฏุฑุงูƒ ูˆุฃู…ุณูƒุช ุนู† ุงู„ุฎูˆุถ ููŠู‡ ูƒู„ ุงู„ุฅู…ุณุงูƒ”
ุฐูƒุฑู‡ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ ุงู„ุฑูุงุนูŠ ููŠ ( ุงู„ุจุฑู‡ุงู† ุงู„ู…ุคูŠุฏ) (ุต 24) ูˆุงู„ุฅู…ุงู… ุชู‚ูŠ ุงู„ุฏูŠู† ุงู„ุญุตู†ูŠ ููŠ (ุฏูุน ุดุจู‡ ู…ู† ุดุจู‡ ูˆุชู…ุฑุฏ ) (ุต 18) ูˆุบูŠุฑู‡ู…ุง ูƒุซูŠุฑ.

“ Aku mengimani istiwa Allah tanpa memberi perumpamaan dan aku membenarkannya tanpa member permisalan, dan aku mengkhawatirkan nafsuku di dalam memahaminya dan aku mencegah diriku dari memperdalam persoalan ini dengan sebenar-benarnya pencegahan “

Ini telah disebutkan oleh imam Ahmad Ar-Rifa’i di dalam kitab “ Al-Burhan Al-Muayyad “ (Bukti yang kuat) halaman ; 24.

Juga telah disebutkan oleh imam Taqiyyuddin Al-Hishni di dalam kitab Daf’u syibhi man syabbaha wa tamarroda halaman : 18. Di dalam kitab ini juga pada halaman ke 56 disebutkan bahwa imam Syafi’I berkata :

ุกุงู…ู†ุช ุจู…ุง ุฌุงุก ุนู† ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู…ุฑุงุฏ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจู…ุง ุฌุงุก ุนู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู…ุฑุงุฏ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡

“ Aku beriman dengan apa yang dating dari Allah Swt atas menurut maksud Allah Swt, dan beriman dengan apa yang dating dari Rasulullah Saw menurut maksud Rasulullah Saw “.

Syaikh Salamah Al-Azaami dan selainnya mengomentari ucapan imam syafi’I tsb :

ูˆู…ุนู†ุงู‡ ู„ุง ุนู„ู‰ ู…ุง ู‚ุฏ ุชุฐู‡ุจ ุฅู„ูŠู‡ ุงู„ุฃูˆู‡ุงู… ูˆุงู„ุธู†ูˆู† ู…ู† ุงู„ู…ุนุงู†ูŠ ุงู„ุญุณูŠุฉ ูˆุงู„ุฌุณู…ูŠุฉ ุงู„ุชูŠ ู„ุง ุชุฌูˆุฒ ููŠ ุญู‚ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰.

“ Maknanya adalah bukan seperti yang terlitas oleh pikiran dan persangkaan dari makna fisik dan jisim yang tidak boleh bagi haq Allah Swt “

Dan masih banyak lagi yang lainnya.

2. Ketika imam Syafi’i ditanya tentang sifat Allah Swt, beliau menjawab :

ุญุฑุงู… ุนู„ู‰ ุงู„ุนู‚ูˆู„ ุฃู† ุชู…ุซู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูˆุนู„ู‰ ุงู„ุฃูˆู‡ุงู… ุฃู† ุชุญุฏ ูˆุนู„ู‰ ุงู„ุธู†ูˆู† ุฃู† ุชู‚ุทุน ูˆุนู„ู‰ ุงู„ู†ููˆุณ ุฃู† ุชููƒุฑ ูˆุนู„ู‰ ุงู„ุถู…ุงุฆุฑ ุฃู† ุชุนู…ู‚ ูˆุนู„ู‰ ุงู„ุฎูˆุงุทุฑ ุฃู† ุชุญูŠุท ุฅู„ุง ู…ุง ูˆุตู ุจู‡ ู†ูุณู‡ – ุฃูŠ ุงู„ู„ู‡ – ุนู„ู‰ ู„ุณุงู† ู†ุจูŠู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…
ุฐูƒุฑู‡ ุงู„ุดูŠุฎ ุงุจู† ุฌู‡ุจู„ ููŠ ุฑุณุงู„ุชู‡ ุงู†ุธุฑ ุทุจู‚ุงุช ุงู„ุดุงูุนูŠุฉ ุงู„ูƒุจุฑู‰ ุฌ 9/40 ููŠ ู†ููŠ ุงู„ุฌู‡ุฉ ุนู† ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูŠ ุฑุฏ ููŠู‡ุง ุนู„ู‰ ุงุจู† ุชูŠู…ูŠุฉ.

“ Haram bagi akal untuk menyerupakan Allah Swt, haram bagi pemikiran untuk membatasi Allah Swt, haram bagi persangkaan untuk memutusi Allah Swt, haram bagi jiwa untuk bertafakkur, haram bagi hati untuk memperdalam sifat Allah, haram bagi lintasan hati untuk membatasi Allah, kecuali apa yang telah Allah sifati sendiri atas lisan nabi-Nya Muhammad Saw “.

(Telah disebutkan oleh syaikh Ibnu Jahbal di dalam Risalahnya, lihatlah Thobaqot Asy-Syafi’iyyah Al-Kubra juz : 9 halaman : 40 tentang menafikan arah dari Allah Swt sebagai bantahan atas Ibnu Taimiyyah)

3. Di dalam kitab Ittihaafus saadatil muttaqin juz : 2 halaman ; 24, imam Syafi’I berkata :

ุฅู†ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูƒุงู† ูˆู„ุง ู…ูƒุงู† ูุฎู„ู‚ ุงู„ู…ูƒุงู† ูˆู‡ูˆ ุนู„ู‰ ุตูุฉ ุงู„ุฃุฒู„ูŠุฉ ูƒู…ุง ูƒุงู† ู‚ุจู„ ุฎู„ู‚ู‡ ุงู„ู…ูƒุงู†َ ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุชุบูŠูŠุฑُ ููŠ ุฐุงุชู‡ ูˆู„ุง ุงู„ุชุจุฏูŠู„ ููŠ ุตูุงุชู‡"

“ Sesungguhnya Allah Ta’ala ada dan tanpa tempat, lalu Allah menciptakan tempat sedangkan Allah masih atas sifat azaliyah-Nya sebagaimana wujud-Nya sebelum menciptakan tempat. Mustahil bagi Allah perubahan di dalam Dzat-Nya dan juga pergantian di dalam sifat-sifat-Nya

‎4. Di dalam kitab Syarh Al-Fiqhu Al-Akbar halaman : 52, imam Syafi’I berkata yang merupakan keseluruhan pendapat beliau tentang Tauhid :

ู…ู† ุงู†ุชู‡ุถ ู„ู…ุนุฑูุฉ ู…ุฏุจุฑู‡ ูุงู†ุชู‡ู‰ ุฅู„ู‰ ู…ูˆุฌูˆุฏ ูŠู†ุชู‡ูŠ ุฅู„ูŠู‡ ููƒุฑู‡ ูู‡ูˆ ู…ุดุจู‡ ูˆุฅู† ุงุทู…ุฃู† ุฅู„ู‰ ุงู„ุนุฏู… ุงู„ุตุฑู ูู‡ูˆ ู…ุนุทู„ ูˆุฅู† ุงุทู…ุฃู† ู„ู…ูˆุฌูˆุฏ ูˆุงุนุชุฑู ุจุงู„ุนุฌุฒ ุนู† ุฅุฏุฑุงูƒู‡ ูู‡ูˆ ู…ูˆุญุฏ

“ Barangsiapa yang bergerak untuk mengetahui Allah Sang Maha Pengatur-Nya hingga pikirannya sampai pada hal yang wujud, maka ia adalah musyabbih (orang yang menyerupakan Allah dgn makhluq). Dan jika ia merasa tenang dengan suatu hal yang tiada, maka ia adalah mu’aththil (meniadakan sifat Allah Swt). Dan jika ia merasa tenang pada kwujudan Allah Swt dan mengakui ketidak mampuan untuk memahaminya, maka ia adalah muwahhid (orang yang mengesakan Allah Swt) “

Sungguh imam Syafi’I begitu jeli dan luas pemahamannya akan hal ini, beliau sungguh telah mengambil dari ayat-ayat Allah Swt dalam Al-Quran :

- {ู„َูŠْุณَ ูƒَู…ِุซْู„ِู‡ِ ุดَู‰ุกٌ } [ุณูˆุฑุฉ ุงู„ุดูˆุฑู‰]
“ Tidak ada sesuatu apapun yang menyerupai Allah “
- ูَู„ุงَ ุชَุถْุฑِุจُูˆุงْ ู„ِู„ّู‡ِ ุงู„ุฃَู…ْุซَุงู„َ } [ุณูˆุฑุฉ ุงู„ู†ุญู„]
“ Janganlah kalian membuat perumpamaan-perumpamaan bagi Allah Swt “
- :{ู‡َู„ْ ุชَุนْู„َู…ُ ู„َู‡ُ ุณَู…ِูŠًّุง } [ุณูˆุฑุฉ ู…ุฑูŠู…]
“ Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia ? “

Semua ini membuktikan bahwa imam Syafi’I Ra mensucikan Allah Swt dan sifat-sifat-Nya dari apa yang terlintas dalam pikiran berupa makna-makna jisim / fisik seperti duduk, dibatasi dengan arah, tempat, gerakan dan diam serta yang semisalnya dan inilah aqidah Ahlus sunnah wal jama’ah.

Terbungkamlah lisan mereka....!!!

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...