English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ Belajar Dan Berbagi Ilmu Serta Nasehat Untuk Mempererat Ukhuwah Islamiyah
free counters
Tampilkan postingan dengan label BAHAN RENUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHAN RENUNGAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 November 2012

MUNAJAT

Ya Alloh...Syukur diatas nikmat panca indera-Mu,....
Dengan penglihatan aku bisa melihat segala kekuasaan-Mu dan mengagumi segala kebesaran-Mu....
Namun dengan penglihatan ini juga melakukan maksiat, menjerumuskan diri ke dalam lembah dosa....
Melihat sesuatu yg tak sepantasnya dan menjadikan diriku lalai saat hidayah-Mu datang.....

Ya Alloh....Lindungilah aku... Aku ingin kembali pada-Mu....
Berikanlahj aku ketenangan dan kekuatan dalam mengarungi kehidupanku....
Teguhkanlah imanku,.... Kuatkanlah pendirianku agar terus berada dalam jalan-Mu....
Luaskanlah pikiranku dan ampunilah aku yang sering melupakan-Mu.....

Ya Alloh....Hatiku gersang, kosong tanpa isi yang baik....
Tapi tercemari oleh dosa-dosa dan kemaksiatanku pada-Mu...
Engkau memberikan nikmat yang begitu banyak padaku....
Namun aku justru tidak mensyukurinya dan terlalu sering mengeluh,...
Engkau menegurku dengan berbagai macam bentuk ujian tapi aku justru tidak menghiraukannya.....

Ya Alloh...aku ingin rahmat, kasih sayang dan perhatian-Mu...
Sungguh,...Aku yakin hanya itu yang bisa membawa kebahagiaan yang hakiki....
Tetapi mengapa semua tingkah lakuku justru menjauh dari ridho-Mu...
Dunia ini masih membuat pandangan mata hatiku seolah-olah kabur....
Aku seperti hilang arah dan tujuan sedangkan tanggungjawab sangat banyak menanti....
Tapi masih banyak tanggungjawab yang gagal aku pikul...
Ya Illahi....Dimanakah kebenaran amalku?

Ya Alloh.... Tetapkanlah hatiku diatas jalan yang Engkau ridhoi....
Tiadalah berguna hidupku bila kelak amalku hilang bagai debu yang beterbangan....
Sedangkan dosa-dosaku semakin banyak menjadi lautan tempatku berendam tawa...

Ya Alloh... Yang memiliki semua yang ada di dibumi, langit dan diantara langit dan bumi....
Yang tiada layak disembah melainkan hanya Engkau Yang Maha Satu...
Sayangilah hamba-Mu yang kerdil ini, hina dan jahil....
Yang akan tersesat tanpa taufiq dan hidayah-Mu....
Yang akan binasa di dalam neraka jika tanpa rahmat dan ridho-Mu....
Yang hidupnya sengsara tanpa kasih sayang dan perhatian-Mu....

Ya Alloh.... Sungguh aku terlalu jauh darimu,...
Hatiku terlalu keras dengan dosa-dosaku kepada-Mu...
Seringkali aku melanggar janji dengan-Mu....
Begitulah hakikat hamba-Mu yang terlalu lemah untuk melawan tipu daya syetan dan nafsuku...
Ya Alloh..... Sekiranya Engkau akan menghukumku, maka Engkau adalah Dzat Yang Maha Perkasa....

Ya Robb... Aku tak punya apa-apa melainkan apa yang Engkau anugerahkan kepadaku....
Tidak ada yang lebih memahamiku melainkan Engkau Robb Yang Maha Memahami....
Tiada yang tahu sakitnya jiwaku melainkan Engkau Robb Yang Maha Mengetahui...
Tiada yang mampu membantu mengurai semua kesulitanku melainkan Engkau Robb Yang Maha Mengurusi...
Tak sesuatu pun yang bisa menghalangi rencana-Mu....
Sekiranya Engkau tetapkan musibah dan kesenangan atasku....
Kaulah Yang Maha Berkuasa dan Maha Berkehendak atas segala sesuatu....
Berikanlah aku rahmat dan hidayahmu agar aku tidak berbuat dosa-dosa dan maksiat....

Ya Robb.... Pemilik segala ampunan Yang Maha Mengampun, ampunilah hamba-Mu yang hina ini....
Tiadalah makna hidup ini tanpa ampunan dan rahmat-Mu....
Sungguh...Aku sangat yakin bahwa rahmat-Mu Maha Luas dari dosaku...
Walau aku tahu masih banyak lagi hamba-Mu Yang lebih layak mendapatkan kasih sayang-Mu....
Namun aku akan tetap terus meminta rahmat dan ampunan-Mu....
Walaupun aku tahu aku tak layak dengan dosa-dosaku yang setinggi gunung....
Karena aku yakin bahwa hanya Engkau tempatku bergantung harapan....

Ya Alloh...Curahkanlah rahmat, taufiq, hidayah dan ampunan-Mu kepada hamba-Mu yang hina ini....
Ya Alloh... dengarkanlah rintihan hatiku,...
Kabulkanlah doa harapanku agar ku dapat perlindungan-Mu....
Hingga selamat nasibku bila berhadapan dengan-Mu kelak...
Ya Robb.... Perkenankanlah permintaanku ini....

Ya Robb.... Dalam sadarku aku selalu berusaha memanggil nama-Mu....
Menangis karena kebesaran-Mu dan betapa kecilnya aku dihadapan-Mu....
Tetapi dunia sekarang ini amat menyedihkan sehingga aku tenggelam didalamnya....
Dan jujur saja terkadang aku masih suka silau dengan semua itu...
Sungguh...Aku ingin menjadi hamba-Mu yang baik dan taat....
Menjadi hamba-Mu yang terbaik diantara milyaran hamba-Mu....

Ya Robb...Maapkanlah diriku karena hanya Engkau Yang Tahu isi hatiku.... 
Maapkan juga kalau air mata ini tak bisa aku bendung mengharap belas jasihan-Mu...
Tak ada satu pun kesombongan yang bisa aku lakukan dihadapan-Mu maupun pada semua umat manusia....
Ya Robb.... Hanya pada-Mu aku berserah diri....
Dan hanya Engkaulah satu-satunya penolong yag selalu setia dalam hidupku....
Ampuni hamba Ya Robb..... Ampuni hamba Ya Robb.... Ampuni hamba Ya Robb....

Sabtu, 27 Oktober 2012

MENGOREKSI DIRI SENDIRI

Setiap waktu  yang berlalu meninggalkan catatan-catatan sejarah yang terukir dalam diary kehidupan setiap manusia. Hitam dan putih, dosa dan pahala, kebaikan dan kejahatan, untung dan rugi, kegagalan dan kesuksesan, dan sebagainya. Rasanya baru saja sekejap anak-anak dilahirkan, merangkak dan berlari kini tingginya sudah sama dengan kedua orang tuanya. Melihat cermin kulit semakin mengerut, uban sudah ada yang mulai tumbuh, hari-hari semakin sibuk melayani dunia yang menantang iman.

Lembaran demi lembaran yang mengandung gambar-gambar atau foto kehidupan sudah mulai rusak dimakan zaman. Kemudian coba memikirkan beberapa persoalan tentang takdir yang telah kita lalui sepanjang usia kita. Ada yang menolak takdir atas dirinya tapi setelah dijalani akhirnya Alloh membuka matanya melihat bahwa takdir itu baik dan membawa kebahagiaan dalam hidupnya. Percayalah Alloh Maha Mengasihi hamba-hamba-Nya yang ridho dan berusaha meningkatkan kualitas diri dan iman mereka.

Apa saja pencapaian yang telah kita peroleh atas hasil usaha dunia ini hanyalah setetes rahmat-Nya yang dituangkan ke dalam hati. Begitu juga kegagalan dan musibah yang terjadi adalah upaya agar diri ini lebih dekat lagi kepada Alloh dan bergantung sepenuh harapan setelah sebelumnya merasa gagah dan hebat menguasai berbagai macam medan kehidupan. Ketika membuka album hati yang menyimpan rahasia diri, seorang hamba Alloh akan melihat kecacatan dan aib diri sendiri yang apabila tersingkap sungguh memalukan. Tetapi Alloh Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dia akan benar-benar membuka segalanya pada hari penghisaban kelak.

Al Imam Muhammad bin Wasi' pernah berkata "seandainya dosa itu dapat dicium baunya tentu tidak seorang pun manusia mau mendekati diriku". Untuk itu, Umar ra  berwasiat "hisablah dirimu sebelum kamu dihisab dan timbanglah amalmu sebelum kamu ditimbang karena sesungguhnya kamu melakukan hisab terhadap dirimu sendiri pada hari ini akan lebih memudahkan bagi kamu menjalani hisab pada hari kiamat".

Alloh menyayangi orang-orang yang mengetahui kadar dirinya dan tidak melewati batas perjalanannya, menjaga lisannya dan tidak mensia-siakan umurnya. Mari kita senantiasa mengintrospeksi diri kita sendiri agar kita bisa berbuat lebih baik lagi dari hari ke hari untuk mendapatkan keridhoa-Nya.

Senin, 17 September 2012

SYUKUR

Bersyukur kepada Alloh bukan hanya ketika senang saja tapi juga pada saat menghadapi ujian dari-Nya. Rahmat dan musibah yang diturunkan Alloh sepatutnya dijadikan bahan muhasabah diri setiap saat. Sesungguhnya orang yang memiliki ketajaman mata hati mengakui bahwa bencana dan ujian Alloh tidak hanya dalam bentuk lapar, sakit, miskin dan sebagainya karena bencana yang paling hebat adalah yang bersifat maknawi yaitu tidak nampak dimata manusia tetapi kesannya sungguh dahsyat dirasakan.

Alloh bisa membuat hati manusia merasa tertekan seperti disebut dalam Al Quran "Barang siapa yang Alloh menghendakinya mendapat petunjuk niscaya Dia melapangkan dadanya untuk menerima Islam. Siapa yang dikehendaki Alloh mendapat kesesatan niscaya Alloh menjadikan dadanya sesak lagi sempit seolah-olah ia sedang mendaki langit". (Q.S Al-An'am : 125)

Walaupun nikmat dunia sudah dimiliki tapi dada masih terasa sesak, sempit, takut, risau dan sedih. Bukankah perasaan seperti itu adalah adzab yang bersifat maknawi?Apakah lagi adzab Alloh yang ditimpakan kepada manusia supaya mereka ingat??

Adzab dihati tidak berasa manisnya iman, mengapa orang yang lalai kepada Alloh bergelimang harta dan kekuasaan??Tidak nampak kesusahan pada wajah mereka dan senantiasa sehat dengan serta senang dengan apa yang dimilikinya. Tapi benarkah mereka bahagia??Mana mungkin harta bisa membeli ketenangan jiwa, bahkan hakekatnya semua yang ditonjolkan adalah palsu belaka. Hati mereka menjerit dikejar rasa bersalah, diburu bayang-bayang dosa dan maksiat. Nurani yang bersih senantiasa berbisik bahwa mereka melakukan kesalahan memilih jalan sedangkan nafsu yang buta coba menjerat dengan berbagai kenikmatan sesaat. Memang mereka menikmati segalanya tapi jiwa tidak pernah puas, hampa dan kosong. Alloh menyiksa mereka dengan cara mengunci mati hati mereka dari hidayah-Nya. Adzab Alloh membuat hidup seseorang tidak menentu, tertekan, tersesat tanpa kuasa yang boleh menolongnya selain Alloh.

Jika Alloh mencabut manisnya iman dari hati sesungguhnya Dia mengadzab mereka secara halus, banyak yang sholat tapi jarang sekali yang bisa merasakan indahnya sujud atau pun khusyu' dalam sholatnya dan mereka berilmu tapi tidak mengenal jalan menuju Alloh. Mereka kaya tapi tidak bisa merasakan berkahnya hartanya. Mereka sibuk mengejar dunia, meneteskan air mata untuk dunia yang hanya sesaat, berjuang untuk dunia, sakit dan akhirnya mati untuk dunia tanpa melalui manisnya beribadah dan nikmatnya memuji Alloh.

Hati adalah tempat jatuhnya rahmat dan adzab dari Alloh. Alangkah banyak manusia yang tidak menyadari dirinya sedang diadzab karena dosa membutakan hati sehingga tidak mampu membedakan manakah salah satunya antara rahmat dan adzab. Orang berilmu buta hati jika ia menganggap dirinya senantiasa dirahmati Alloh walaupun maksiat menghiasi pribadinya, apalagi orang awam yang imannya kering . Walaupun kita harus berbaik sangka kepada Alloh tapi jangan sampai merasa bebas dari karat maksiat berlagak seperti suci dari debu.

Semakin kita merasa bebas dari maksiat itu maka semakin kotor hati kita sehingga tidak mampu lagi membedakan mana yang rahmat dan mana yang adzab. Adzab dimata tidak bisa membaca hikmah peringatan Alloh. Setiap peristiwa pasti mengandung hikmah kebaikan untuk manusia. Ujian dan adzab adalah bentuk pelajaran yang sangat berkesan untuk menyadarkan kesalahan dan kekhilafan manusia. Tetapi ada pula orang yang semakin diuji semakin parah kesesatannya, bahkan terus menerus melakukan maksiat. Adzab diatas adzab....!!! Apabila sakit yang diderita, harta yang hilang, gagal dalam hidup dan ajal maut sama sekali tidak menyadarkan bahwa semua itu adalah peringatan dari Alloh.

Padahal duri yang tertancap dalam kulit menyimpan pertanda bahwa manusia memang lemah dan tidak mampu melawan kehendak Alloh. Saat sakit dia sering menyumpah serapah, saat rugi dia membuat penyelewengan demi mendapatkan keuntungan walaupun dengan cara yang haram, jika di dzolimi dia membalas dendam dengan kedzoliman yang lebih kepada orang lain. Tidak ada kamus tobat dan insyaf dalam hidupnya. Mereka tidak mau mengambil pelajaran tentang manusia yang berakhir merugi didunia dan akhirat. Mata, telinga, hati dan akal mereka yang seharusnya digunakan untuk mencari hidayah dan ridho Alloh tidak pernah digunakan dengan baik.

Ketinggian akhlak manusia tergantung seberapa banyak dia bersyukur kepada Alloh. Manusia yang tanpa sifat syukur seperti pendusta yang mengambil kesempatan dan menikam dari belakang. Walaupun ilmu menjulang tinggi sampai langit, harta setinggi gunung, kuasanya meliputi segenap belahan bumi tapi jika ia kufur maka dia menjadi sehina-hina makhluk pada pandangan Dzat Yang Maha Memberi Nikmat. Lebih baik hidup sebagai cacing yang sadar diri senantiasa berdzikir pagi dan petang mengingat Alloh yang memberinya makanan dalam tanah. Walaupun syukur cacing tidak dibalas dengan nikmat di akhirat tetapi cacing pandai berterima kasih kepada Alloh atas rizkinya dalam tanah. Manusia jauh lebih baik dari pada cacing karena bisa menikmati apa yang ada didalam tanah dan diluar tanah tetapi sangat sedikit sekali yang pandai bersyukur.

Syukur adalah perhiasan yang paling cantik jika dipakai, ilmu bermanfaat jika diamalkan dan akhlak yang indah pada pandangan Alloh, bahkan ia menahan adzab yang akan diturunkan kepada orang yang pandai bersyukur.

Semoga Alloh senantiasa memberikan taufiq dan hidayah-Nya untuk kita semua agar kita smua bisa menjadi hamba-hamba Alloh yang pandai bersyukur sehingga kita bisa menjadi orang yang berbahagia dunia akhirat, Amiin Ya Robbal 'alamiin....

Sabtu, 08 September 2012

NENEK PENJUAL TEMPE

Alloh selalu punya jawaban atas doa seseorang. Jawaban doa itu bisa iya, bisa tidak, atau.. Alloh punya rencana yang lebih baik untuk hamba-Nya,....

Di sebuah pinggir kota, hidup seorang nenek yang hidup seorang diri. Untuk dapat menyambung hidup, nenek tersebut berjualan tempe setiap hari. Pada suatu hari, sang nenek terlambat memberi ragi, sehingga tempe tidak matang tepat pada waktunya. Saat daun pisang pembungkus tempe dibuka, kedelai-kedelai masih belum menyatu. Kedelai tersebut masih keras dan belum menjadi tempe.

Hati sang nenek mulai menangis. Apa yang harus dilakukan? Jika hari ini dia tidak bisa menjual tempe tersebut, maka dia tidak akan dapat uang untuk makan dan membeli bahan tempe untuk esok hari. Dengan air mata yang masih mengalir, sang nenek mengambil wudhu lalu salat Subuh di rumahnya yang sangat kecil dan memprihatinkan.

"Ya Allhh, tolong matangkan tempe-tempe itu. Hamba-Mu tidak tahu harus berbuat apalagi untuk menyambung hidup dengan cara yang halal. Hamba tidak ingin menyusahkan anak-anak hamba. Kabulkan doa hamba-Mu yang kecil ini ya Allah.." demikian doa sang nenek dengan linangan air mata.

Setelah selesai salat Subuh, sang nenek membuka daun pisang pembungkus tempe, tidak ada satupun yang matang. Keajaiban belum datang, doanya belum dikabulkan. Tetapi sang nenek percaya jika doanya akan terkabul, sehingga dia berangkat ke pasar saat matahari belum bersinar, mengejar rezeki dengan menjual tempe.

Sesampai di pasar, sang nenek kembali membuka pembungkus tempe. Masih belum matang. Tak apa, nenek tersebut terus menunggu hingga matahari bersinar terik. Satu persatu orang yang berbelanja berlalu lalang, tetapi tak ada satupun yang mau membeli tempe sang nenek. Matahari terus bergerak hingga para pedagang mulai pulang dan mendapat hasil dari berjualan.

Tempe dagangan penjual lain sudah banyak yang habis, tetapi tempe sang nenek tetap belum matang. Apakah Tuhan sedang marah padaku? Apakah Tuhan tidak menjawab doaku? Begitulah rintihan hati sang nenek, air matanya kembali mengalir.

Tiba-tiba, ada seorang ibu yang menghampiri sang nenek. "Apakah tempe yang ibu jual sudah matang?" tanya sang pembeli.

Sang nenek menyeka air mata lalu menggeleng, "Belum, mungkin baru matang besok," ujarnya.

"Alhamdulillah, kalau begitu saya beli semua tempe yang ibu jual. Daritadi saya mencari tempe yang belum matang, tetapi tidak ada yang menjual. Syukurlah ibu menjualnya," ujar sang pembeli dengan suara lega.

"Kenapa ibu membeli tempe yang belum matang?" tanya sang nenek dengan heran. Semua orang selalu mencari tempe yang sudah matang.

"Anak laki-laki saya nanti malam berangkat ke Belanda, dia ingin membawa tempe untuk oleh-oleh karena di sana susah mendapat tempe. Kalau tempe ini belum matang, maka matangnya pas saat anak saya sampai ke Belanda," ujar sang ibu dengan wajah berbinar.

Inilah jawaban atas doa sang nenek. Tempe-tempe itu tidak langsung matang dengan keajaiban, tetapi dengan jalan lain yang tidak dikira-kira. Ingatlah, Alloh selalu punya jawaban terbaik untuk doa hamba-Nya. Kadang sebuah doa tak langsung mendapat jawaban. Kadang doa seseorang tidak dijawab dengan 'iya' karena Alloh selalu punya rencana terbaik untuk hamba-Nya.

ADZAN MEMILUKAN SAHABAT BILAL BIN RABAH DI MADINAH

Oleh : Wandi Upss

Kisah ini, menunjukkan betapa mendalam dan besar kecintaan sahabat pada Nabi, juga bagaimana rasa rindu yang sangat menyayat hati mereka. Bahkan, sebenarnya sebab wafatnya Abu Bakar ash Shiddiq adalah karena terbunuh oleh rindu pada Nabi yang membakar hatinya (sebagian riwayat menyatakan, nafas beliau berbau seperti daging yang dipanggang).

Semua pasti tahu, bahwa pada masa Nabi, setiap masuk waktu sholat, maka yang mengkumandangakan adzan adalah Bilal bin Rabah. Bilal ditunjuk karena memiliki suara yang indah. Pria berkulit hitam asal Afrika itu mempunyai suara emas yang khas.

Posisinya semasa Nabi tak tergantikan oleh siapapun, kecuali saat perang saja, atau saat keluar kota bersama Nabi. Karena beliau tak pernah berpisah dengan Nabi, kemanapun Nabi pergi.

Hingga Nabi menemui Allah Ta’ala pada awal 11 Hijrah (wafat). Setelah itupun Bilal menyatakan diri tak mau mengumandangkan adzan lagi. Ketika Khalifah Abu Bakar memintanya untuk jadi mu’adzin kembali, dengan hati pilu nan sendu bilal berkata, “Biarkan aku jadi mu’adzin Nabi saja. Nabi telah tiada, maka aku bukan mu’addzin siapa-siapa lagi.”

Abu Bakar terus mendesaknya, dan Bilal pun bertanya, “Dahulu, ketika engkau membebaskanku dari siksaan Umayyah bin Khalaf. Apakah engkau membebaskanku karena dirimu apa karena Allah?” Abu Bakar terdiam.

“Jika engkau membebaskanku karena dirimu, maka aku bersedia jadi mu’adzinmu. Tetapi jika engkau dulu membebaskanku karena Allah, maka biarkan aku dengan keputusanku.” Dan Abu Bakar pun tak bisa lagi mendesak Bilal untuk kembali mengumandangkan adzan.

Kesedihan sebab ditinggal wafat Nabi, terus mengendap di hati Bilal. Dan kesedihan itu yang mendorongnya meninggalkan Madinah, dia ikut pasukan Fath Islamy menuju Syam, dan kemudian tinggal di Homs, Syria.

Lama Bilal tak mengunjungi Madinah, sampai pada suatu malam, Nabi hadir dalam mimpi Bilal, dan menegurnya, “Ya Bilal, wa maa hadzal jafa’? Hai Bilal, kenapa engkau tak mengunjungiku? Kenapa sampai begini?”

Spontan Bilal terjaga dari tidurnya. Ketakutan dan kesedihan tidak dapat ia sembunyikan dari air mukanya. Secepat kilat ia meraih tunggangannya. Meluncur menuju Madinah Al-Munawarah. Sesampai di kuburan Rasulullah, tanpa terasa air matanya tumpah. Ia bolak-balikkan wajahnya di atas pusara kekasihnya (Nabi SAW).

Setiba di Madinah, Bilal bersedu sedang melepas rasa rindunya pada Nabi, pada sang kekasih. Saat itu, dua pemuda yang telah beranjak dewasa, mendekatinya. Keduanya adalah cucunda Nabi, Hasan dan Husein.

Sembari mata sembab oleh tangis, Bilal yang kian beranjak tua memeluk kedua cucu Nabi itu. Sebelum salah satu dari keduanya bilang sesuatu hal, “Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan buat kami? Kami ingin mengenang kakek kami.”

Ketika itu, Umar bin Khattab yang telah jadi Khalifah juga sedang melihat pemandangan mengharukan itu, dan beliau juga memohon Bilal untuk mengumandangkan adzan, meski sekali saja.

Bilal pun memenuhi permintaan itu. Saat waktu shalat, dia naik pada tempat dahulu biasa dia adzan pada era Nabi. Mulailah dia mengumandangkan adzan.

Saat lafadz “Allahu Akbar” dikumandangkan olehnya, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktifitas terhenti, semua terkejut, suara yang telah bertahun-tahun hilang, suara yang mengingatkan pada sosok nan agung, suara yang begitu dirindukan, itu telah kembali.

Ketika Bilal meneriakkan kata “Asyhadu an laa ilaha illallah”, seluruh isi kota madinah berlarian ke arah suara itu sembari berteriak, bahkan para gadis dalam pingitan mereka pun keluar.

Dan saat bilal mengumandangkan “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, Madinah pecah oleh tangisan dan ratapan yang sangat memilukan. Semua menangis, teringat masa-masa indah bersama Nabi. Umar bin Khattab yang paling keras tangisnya. Bahkan Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan adzannya. Lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai.

Hari itu, madinah mengenang masa saat masih ada Nabi. Tak ada pribadi agung yang begitu dicintai seperti Nabi.

Dan adzan itu, adzan yang tak bisa dirampungkan itu, adalah adzan pertama Bilal sekaligus adzan terakhirnya semenjak Nabi wafat. Dia tak pernah bersedia lagi mengumandangkan adzan. Sebab kesedihan yang sangat segera mencabik-cabik hatinya mengenang seseorang yang karenanya dirinya derajatnya terangkat begitu tinggi.

Karenanya, dia dan bangsanya, tak lagi dipandang remeh oleh bangsa lain, tak lagi ter-marginal-kan. Sebab kemuliaan seseorang, tidak ditentukan oleh warna kulitnya, oleh rasnya. Tetapi oleh taqwanya pada Allah Ta’ala...

Kisah sahabat Bilal ini diriwayatkan—di antaranya—oleh Imam as-Samanhudi dalam Wafa’ul Wafa’ (4/1405) dan Ibnu ‘Asakir dalam Tarikh Dimasyq/Sejarah Damaskus (7/137). Kisah ini setidaknya memberi lima pelajaran. Pertama, mimpi bertemu Rasulullah adalah hak. “Dan siapa saja yang melihat Rasulullah dalam tidurnya maka dia benar-benar telah melihatnya SAW, karena setan tidak bisa menyerupainya.” (HR Bukhari-Muslim).

Ahli hadis abad ke-21 dari Lebanon, Abdullah Al-Harari (w. 2008) menafsiri bahwa seseorang yang pernah bermimpi bertemu Rasulullah maka insya Allah ia akan meninggal husnul khatimah.

Kedua, ziarah ke pusara Rasulullah merupakan amalan yang baik. Ketiga, menangis dan mencium pusara Rasulullah sebagai ekspresi cinta dan kerinduan adalah hal yang wajar. Rasulullah bersabda, “Seseorang akan dikumpulkan kelak dengan orang yang ia cintai.” (HR Al-Bukhari).

Keempat, azan hendaknya dikumandangkan dengan suara yang nyaring. Sebagaimana Bilal yang bersuara lantang dan ketika azan naik ke atap Masjid an-Nabawi. Kelima, ziarah kubur dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat …” (HR Al-Hakim).

Semoga kita termasuk orang-orang yang rindu kepada Rasulullah, sebagaimana Bilal rindu kepadanya. Testimoni Umar bin Al-Khattab, “Abu Bakar adalah sayyiduna (pemimpin kita) dan yang telah memerdekakan sayyidana, (Bilal).” Wallahu A’lam

http://aswajatulen.blogspot.com

Selasa, 14 Agustus 2012

SEDIKIT RENUNGAN TENTANG KEHIDUPAN

Dari air kita belajar arti sebuah ketenangan
Air juga tidak akan berhenti menyerah mencari celah
Agar bisa terus mengalir sampai pada muara
Manusia harus tetap berpikir tenang dan jernih
Tidak mudah menyerah dan putus asa 
Mencari solusi dan jalan keluar dari tiap permasalahan
 
Dari batu karang kita belajar arti sebuah ketegaran
Walaupun dihantam ombak bertubi-tubi
Batu karang akan tetap berdiri tegak

Terlepas dari semua problem, ujian hidup dan musibah yang ada
Maka manusia harus tetap bisa menghadapi hidup dengan tegar
Tetap semangat meski ujian hidup datang silih berganti
Tak mudah rapuh dengan ujian hidup yang menghampiri
 
 
Dari tanah kita belajar memaknai kehidupan
Karena manusia berasal dari tanah 
Dan akan kembali menjadi tanah pula
Bila memang kita sudah memahami arti hidup dan tujuan hidup

Lalu kenapa harus bersedih dengan segala keterbatasan
Dan semua kekurangan yang kita miliki
Orang cerdas akan senantiasa bersyukur dan ikhlas
Mereka sadar betul bahwa tidak ada satu pun manusia yang sempurna
Karena kesempurnaan itu hanya milik Alloh

Dari kupu-kupu kita belajar merubah diri
Dari yang awalnya nampak buruk bila dipandang
Hingga berubah menjadi nampak indah jika dipandang
Kupu-kupu pun hanya hinggap ditempat yang dianggapnya indah
Tak pernah sekalipun kupu-hinggap ditempat yang kotor

Manusia yang bijak adalah mereka yang tahu diri
Menyadari kesalahannya dan bertobat dari perilaku yang buruk
Untuk kemudian merubah menjadi pribadi yang baik
Dan memberikan manfaat untuk semua yang ada disekelilingnya

Dengan melihat keatas kita memperoleh semangat untuk maju
Dengan melihat kebawah kita bersyukur atas apa yang kita miliki
Dengan melihat kesamping kita menumbuhkan rasa kebersamaan
Dengan melihat kebelakang kita menjadikan pengalaman yang berharga
Dengan melihat ke depan kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik

Karena hidup itu adalah sarana untuk selalu belajar
Belajar melihat, mendengar dan merasakan 
Belajar bersyukur meski tidak cukup
Belajar ikhlas meskipun terkadang susah
Belajar taat walaupun terasa berat
Belajar memahami meskipun tidak sependapat
Belajar sabar walaupun mungkin terbebani

Jadi, marilah teruslah belajar demi kehidupan yang lebih baik
Akhirat yang sudah dijanjikan Alloh untuk hamba-Nya
Dan keridhoan-Nya yang kita raih
Semoga bisa menjadi manfaat dan renungan untuk kita semua
Tentang makna dan arti kehidupan kita yang hanya sementara ini
Agar kita tidak menyesal kelak di kemudian waktu

Selasa, 10 Juli 2012

PINTU MASUK SYETAN KE DALAM HATI MANUSIA

Hati manusia bagaikan benteng sedangkan syetan adalah musuh yang senantiasa mengintai untuk menguasai benteng tersebut. Kita tidak bisa menjaga benteng kalau tidak melindungi atau menjaga/menutup pintu-pintu masuknya syetan ke dalam hati. Kalau kita ingin memiliki kemampuan untuk menjaga pintu agar tidak diserbu syetan, kita harus mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan syetan sebagai jalan untuk menguasai benteng tsb. Melindungi hati dari gangguan syetan adalah wajib oleh karena itu mengetahui pintu masuknya syetan itu merupakan syarat untuk melindungi hati kita maka kita diwajibkan untuk mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan jalan untuk menguasi hati manusia.

Pintu tempat masuknya syetan adalah semua sifat kemanusiaan manusia yang tidak baik. Berarti pintu yang akan dimasuki syetan sebenrnya sangat banyak, Namun kita akan membahas pintu-pintu utama yang dijadikan prioritas oleh syetan untuk masuk menguasai manusia. Di antara pintu-pintu besar yang akan dimasuki syetan itu adalah :

1. Marah
Marah adalah kalahnya tentara akal oleh tentara syetan. Bila manusia marah maka syetan bisa mempermainkannya seperti anak-anak mempermainkan kelereng atau bola. Orang marah adalah orang yang sangat lemah di hadapan syetan.

2. Hasad
Manusia bila hasud dan tamak menginginkan sesuatu dar orang lain maka ia akan menjadi buta. Rasulullah bersabda:” Cintamu terhadap sesuatu bisa menjadikanmu buta dan tuli” Mata yang bisa mengenali pintu masuknya syetan akan menjadi buta bila ditutupi oleh sifat hasad dan ketamakan sehingga tidak melihat. Saat itulah syetan mendapatkan kesempatan untuk masuk ke hati manusia sehingga orang itu mengejar untuk menuruti syahwatnya walaupun jahat.

3. Perut kenyang
Rasa kenyang menguatkan syahwat yang menjadi senjata syetan. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Iblis pernah menampakkan diri di hadapan Nabi Yahya bin Zakariyya a.s. Beliau melihat pada syetan beberapa belenggu dan gantungan pemberat untuk segala sesuatu seraya bertanya. Wahai iblis belenggu dan pemberat apa ini? Syetan menjawab: Ini adalah syahwat yang aku gunakan untuk menggoda anak cucu Adam.Yahya bertanya: Apa hubungannya pemberat ini dengan manusia ? Syetan menjawab: Bila kamu kenyang maka aku beri pemberat sehingga engkau enggan untuk sholat dan dzikir. Yahya bertanya lagi: Apa lainnya? Tidak ada! Jawab syetan. Kemudian Nabi Yahya berkata:
Demi Allah aku tidak akan mengenyangkan perutku dengan makanan selamanya.
Iblis berkata. Demi Allah saya tidak akan memberi nasehat pada orang muslim selamanya.
Kebanyakan makan mengakibatkan munculnya enam hal tercela:
~ Menghilangkan rasa takut kepada Allah dari hatinya.
~ Menghilangkan rasa kasih sayang kepada makhluk lain karena ia mengira bahwa semua makhluk sama kenyangnya dengan dirinya.
~Mengganggu ketaatan kepada Allah
~ Bila mendengarkan ucapan hikmah ia tidak mendapatkan kelembutan
~ Bila ia bicara tentang ilmu maka pembicaraannya tidak bisa menembus hati manusia.
~ Akan terkena banyak penyakit jasmani dan rohani

4. Cinta perhiasan
Bila syetan melihat hati orang yang sangat mencintai perhiasan dan perabotan rumah tangga maka iblis bertelur dan beranak dan menggodanya untuk terus berusaha melengkapi dan membaguskan semua perabotan rumahnya, menghiasi temboknya, langit-langitnya dst. Akibatnya umurnya habis disibukkan dengan perabotan rumah tangga dan melupakan dzikir kepada Allah.

5. Tergesa-gesa
Rasulullah pernah bersabda: Tergesa-gesa termasuk perbuatan syetan dan hati-hati adalah dari Allah SWT. Allah berfirman: ”Manusia diciptakan tergesa-gesa” dalam ayat lain dditegaskan: “Sesungguhnya manusia itu sangat tergesa-gesa. Mengapa kita edilarang tergesa-gesa? Semua perbuatan harus dilakukan dengan pengetahuan dan penglihatan mata hati. Penglihatan hata hati membutuhkan perenungan dan ketenangan. Sedangkan tergesa-gesa menghalangi itu semua. Ketika manusia tergesa-gesa dalam melakukan kewajiban maka syetan menebarkan kejahatannya dalam diri manusia tanpa disadari.

6. Mencintai harta
Kecintaan terhadap uang dan semua bentuk harta akan menjadi alat hebat bagi syetan. Bila orang memiliki kecintaan kuat terhadap harta maka hatinya akan kosong. Kalau dia mendapatkan uang sebanyak satu juta di jalan maka akan muncul dari harta itu sepuluh syahwat dan setiap syahwat membutuhkan satu juta. Demikianlah orang yang punya harta akan merasa kurang dan menginginkan tambahan lebih banyak lagi.

7. Meremehkan orang lain
Orang yang suka meremehkan orang lain sangat berbahaya karena orang yang demikian akan banyak mencaci maki orang lain. Meremehkan dan mencaci maki termasuk sifat binatang buas. Bila syetan menghiasi pada manusia bahwa taassub itu seakan-akan baik dan hak dalam diri orang itu maka ia semakin senang untuk menyalahkan orang lain dan menjelekkannya.

8. Kikir dan takut miskin
Sifat kikir ini mencegah seseorang untuk memberikan infaq atau sedekah dan selalu menyeru untuk menumpuk harta kekayaan dan siksa yang pedih adalah janji orang yang menumpuk harta kekayaan tanpa memberikan haknya kepada fakir miskin. Khaitsamah bin Abdur Rahman pernah berkata: Sesungguhnya syaitan berkata: Anak cucu Adam tidak akan mengalahkanku dalama tiga hal perintahku: Aku perintahkan untuk mengambil harta dengan tanpa hak, menginfakkannya dengan tanpa hak dan menghalanginya dar hak kewajibannya (zakat).

Sufyan berkata: Syetan tidak mempunyai senjata sehebat senjata rasa takutnya manusia dari kemiskinan. Apabila ia menerima sifat ini maka ia mengambil harta tanpa hak dan menghalanginya dari kewajiban zakatnya.

9. Memikirkan Dzat Allah
Orang yang memikirkan dzat Allah tidak akan sampai kepada apa yang diinginkannya ia akan tersesat karena akal manusia tidak akan sampai kesana. Ketika memikirkan dzat Allah ia akan terpeleset pada kesyirikan.

10. Su'udzon dan suka ghibah
Allah berfirman dalam Surat Al Hujurat 12 sebagai berikut :
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Rasulullah pernah bersabda : Jauhillah tempat-tempat yang bisa memunculkan prasangka buruk.
Kalau ada orang yang selalu su'udzon dan selalu mencari cela orang lain maka sebenarnya ia adalah orang yang batinnya rusak. Orang mukmin senantiasa mencari maaf dan ampunan atetpi orang munafik selalu mencari cela orang lain.

Itulah sebagian pintu-pintu masuknya syetan untuk menguasai benteng hatinya.
Kalau kita teliti secara mendetail kita pasti tidak akan mempu menghitung semua pintu masuknya syetan ke dalam hati manusia.

Sekarang bagiamana solusi dari hal ini? Apakah cukup dengan dzikrullah dan mengucapkan “Laa haula wa laa quwwata illa billah”? ketahuilah bahwa upaya untuk membentengi hati dari masuknya serbuan syetaan adalah dengan menutup semua pintu masuknya syetan dengan membersihkan hati kita dari sifat-sifat tercela yang disebutkan di atas. Bila kita bisa memutuskan akar semua sifat tercela maka syetan mendapatkan berbagai halangan untuk memasukinya ia tidak bisa menembus ke dalam karena dzikrullah. Namun perlu diketahui bahwa dzikir tidak akan kokh di hati selagi hati belum dipenuhi dengan ketakwaan dan dijauhkan dari sifat-sifat tercela. Bila orang yang hatinya mamsih diliputi oleh akhlak tercela maka dzikrullah hanyalah omongan jiwa yang tidak menguasai hati dan tidak akan mampu menolak kehadiran syetan. 

Oleh sebab itu Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. ( Al A’raaf :201)

Perumpamaan syetan adalah bagaikan anjing lapar yang mendekati anda. Bila anda tidak memiliki roti atau daging pasti ia akan meninggalkanmu walaupun Cuma menghardiknya dengan ucapan kaita. Tapi bila di tangan kita ada daging maka ia tidak akan pergi dari kita walaupun kita sudah berteriak ia ingin merebut daging dari kita. Demikian juga hati bila tidak memiliki makanan syetan akan pergi hanya dengan dzikrullah. Syahwat bila menguasi hati maka ia akan mengusir dzikrullah dari hati ke pinggirnya saja dan tidak bisa merasuk dalam relung hati. Sedangkan orang-orang muttaqin yang terlepas dari hawa nafsu dan sifat-sifat tercela maka ia akan dimasuki syetan bukan karena syahwat tapi karena kelalaian daari dzikrullah apabila ia kembali berdzikir maka syetan langsung. 

Inilah yang ditegaskan firman Allah dalam ayat sebelumnya:
Artinya: Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( Al A’roof ayat 200)

Dalam ayat lain disebutkan:
Artinya: Apabila kamu membaca Al Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Sesungguhnya syaitan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (An Nahl 98-100)

Mengapa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Bila Umar ra. Melewati suatu lereng maka syetan mengambil lereng selain yang dilewati Umar.”? Karena Umar memiliki hati yang bersih dari sifat-sifat tercela sehingga syetan tidak bisa mendekat. Kendatipun hati berusaha menjauhkan diri dari syetan dengan dzikrullah tapi mustahil syetan akan menjauh dari kita bila kita belum membersihkan diri dari tempat yang disukai syetan yaitu syahwat, seperti orang yang meminum obat sebelum melindungi dir dari penyakit dan perut masih disibukkan dengan makanan yang kerasa dicerna. Taqwa adalah perlindungan hati dari syahwat dan nafsu apabila zikrullah masuk kedalam hati yang kosong dari zikir maka syetan mendesak mamsuk seperti masuknya penyakit bersamaan dengan dimakannya obat dalam perut yang masih kosong.

Allah SWT berfirman :
Artinya : Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. (Qoof 37)

Wallahu a’lam bisshawab.....

Kamis, 28 Juni 2012

MUHASABAH DI TANGGAL DAN BULAN KELAHIRANKU

Di hari ini kata orang-orang  umurku bertambah 1 tahun.....
Tapi bagiku hari ini genap 1 tahun sisa umurku berkurang.....
Sisa hitungan nafasku semakin sedikit,.....
Jumlah detak jantungku semakin sedikit,.....

Dan maut terasa semakin mendekati aku,....
Sedang aku tidak tahu apakah Allah telah ridha kepadaku sebagai seorang hamba,.....
Atau justru sebaliknya,....

Di hari ini orang-orang bersuka cita tersenyum menyelamati aku,.....
Tapi aku bersedih, seolah-olah tidak mau mengingat telah 29 tahun hidupku telah terlewat,.....
Bahwa hariku telah sedemikian lamanya dalam kelalaian,....
Berapa banyakkah hari yang terlewat dalam mengingat Allah,.....
Sungguh sedikit…. Ya Allah…

Bagaimana aku mengimbangi waktu yang terlewat dalam kelalaian dan kemaksiatan,....
Dengan sisa usiaku yang entah berapa lama… akan kah sebanding…..
Berapa banyak aku menjalankan perintah-Nya,.....
Dan berapa banyak aku melanggar larangan-Nya,.....

Di hari ini orang-orang banyak yang mendo’akan aku,.....
Dari bibir yang melantunkan do’a keselamatan dunia dan akhirat,.....
Semoga diantaranya ada bibir orang yang soleh,....
Hingga Allah mendengar do’anya dan segera mengabulkannya,.....
Hingga aku bisa bersama orang-orang sholeh yang dicintai-Nya
Amin Ya Allah…

Sungguh sebuah do’a yang  dihadiahkan kepadaku,.....
Dari bibir orang yang soleh, yang selalu berzikir,.....
Yang selalu mengatakan kebenaran dan kebaikan,.....
Lebih indah dari hadiah berupa materi apapun walau dibungkus dengan cantik,....

Tak lupa aku ucapkan terima kasih untuk kalian semua,....
Terimakasih kepada istriku tercinta yang telah bersabar menemaniku,....
Yang telah ridho dan ikhlas dengan segala kekuranganku,.....
Yang selalu memberikan doa dan semangat untuk aku,....
Sebagai suami aku hanya bisa berdoa,....
Semoga Alloh membalas semua kebaikanmu,....
Semoga Alloh mencatatkan namamu dalam pintu Jannah-Nya,...
Dan semoga engkau termasuk golongan wanita-wanita sholehah,...
Yang kelak akan menjadi bidadari surgaku,.....
Amiin amiin amiin Ya Robbal 'alamiin....

Untuk Ibu dan Bapak tercinta,....
Maapkan anakmu kalau belum bisa menjadi anak yang berbakti Ibu dan Bapak,....
Maapkan anakmu bila belum bisa memberikan yang terbaik untuk Ibu dan Bapak,....
Sebagai anak aku hanya bisa berdoa,....
Semoga Alloh senantiasa mencurahkan kasih sayang-Nya,....
Dan ridho-Nya kepada Ibu dan Bapak tercinta,.....
Dan membalas semua tenaga, pikiran, keringat dan kasih sayang,...
Yang telah engkau berikan kepadaku,.....
Dengan ampunan dan keridhoan-Nya,.....
Amiin amiin amiin Ya Robbal 'alamiin,.....

Untuk teman-teman dan semua saudaraku,....
Terima kasih atas segala doa dan bentuk ucapan selamat untukku hari ini.....
Semoga Allah membalas dengan sebaik-baik balasan untuk kalian semua.....
Amiin amiin amiin Ya Robbal 'alamiin,.....

Rabu, 20 Juni 2012

MANUSIA BERTANYA AL QURAN MENJAWAB

 
KITA BERTANYA : KENAPA AKU DIUJI?
AL-QUR’AN MENJAWAB :


Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang
yang dusta. (QS Al-Ankabut : 2-3)

KITA BERTANYA : KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU INGINKAN?
AL-QUR’AN MENJAWAB :

 
Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.  (QS Al-Baqarah : 216)

KITA BERTANYA : KENAPA UJIANKU SEBERAT INI?
AL-QUR’AN MENJAWAB :


Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS Al-Baqarah : 286)

KITA BERTANYA : KENAPA AKU FRUSTASI?
AL-QUR’AN MENJAWAB :


”Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.” – (QS Al-Imran : 139)

KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
AL-QUR’AN MENJAWAB :


Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (QS. Al Imran : 200)

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',. (QS. Al Baqarah : 45)

KITA BERTANYA : APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?
AL-QUR’AN MENJAWAB :


Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. (QS At-Taubat : 111)

KITA BERTANYA : KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
AL-QUR’AN MENJAWAB :


Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal. (QS. At-Taubat : 129)

KITA BERTANYA : AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI?

AL-QUR’AN MENJAWAB :


dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir (QS. Yusuf : 87)


Subhanallah.......

Mari kita berbenah dan terus berbenah..untuk memepersembahkan yang terbaik
dalam masa hidup kita. Dengan torehan kemuliaan dan semangat pantang menyerah. Dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun selama ALLAH SWT menjadi tujuan kita “ Insya Allah akan "bahagia" sebagaimana doa yang sering terlantun untuk kebahagiaan dunia dan akhirat, amiin Ya Robb.....

Senin, 18 Juni 2012

ISI DAN BUNGKUS KEHIDUPAN

Oleh : Ari Suharso

HIDUP akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus BUNGKUS-nya saja dan mengabaikan ISI-nya.
Bedakanlah apa itu “BUNGKUS” nya dan apa itu “ISI” nya.

“Rumah yang indah” hanya bungkusnya
“Keluarga Bahagia” itu isinya.

“Pesta pernikahan” hanya bungkusnya;
“Cinta kasih, Pengertian, dan Tanggung jawab” itu isinya”.

“Ranjang mewah” hanya bungkusnya;
“Tidur nyenyak” itu isinya.

“Kekayaan” itu hanya bungkusnya; 
“Hati yang gembira” itu isinya.

“Makan enak” hanya bungkusnya;
“Gizi, energi, dan sehat” itu isinya.

“Kecantikan dan Ketampanan” hanya bungkusnya;
“Kepribadian dan Hati” itu isinya.

“Bicara” itu hanya bungkusnya;
“Kenyataan” itu isinya.

“Buku” hanya bungkusnya;
“Pengetahuan” itu isinya.

“Jabatan” hanya bungkusnya;
“Pengabdian dan pelayanan” itu isinya.

“Pergi ke tempat ibadah” itu bungkusnya;
“Melakukan Ajaran Agama” itu isinya.

“Kharisma” hanya bungkusnya;
“Karakter” itu isinya.
 
“Mencari rizki” hanya bungkusnya;
“Halal” itu isinya.

“Ujian hidup” hanya bungkusnya;
“Sabar dan ikhlas” itu isinya.

“Keluarga” hanya bungkusnya;
“Sakinah, mawaddah dan warrohmah” itu isinya.

“Ilmu” hanya bungkusnya;
“Amal” itu isinya.

“Saudara” hanya bungkusnya;
“Silaturahmi dan tolong menolong” itu isinya.

“Cinta dan kasih sayang” hanya bungkusnya;
“Tulus dan ikhlas” itu isinya.

Utamakanlah isinya, namun tetap merawat bungkusnya…

Kamis, 14 Juni 2012

HATI ITU IBARAT RUMAH

Ada tiga macam rumah, Pertama Rumah Raja, di dalamnya ada simpanannya, tabungannya serta perhiasannya. Kedua Rumah Hamba, di dalamnya ada simpanan, tabungan dan perhiasan yang tidak seperti yang dimiliki seorang raja. Dan ketiga adalah Rumah Kosong, tidak ada isinya. 

Jika datang seorang pencuri, rumah mana yang akan dimasukinya? 

Apabila anda menjawab, ia akan masuk rumah yang kosong, tentu suatu hal yang tidak masuk akal, karena rumah kosong tidak ada barang yang bisa dicurinya. 

Karena itulah dikatakan kepada Ibnu Abbas Radhiallahu 'anhu, bahwa ada orang-orang Yahudi mengklaim bahwa di dalam shalat, mereka 'tidak pernah terganggu', Maka Ibnu Abbas berkata: "Apakah yang bisa dikerjakan oleh syetan dalam rumah yang sudah rusak?" 

Bila jawaban anda adalah: "Pencuri itu akan masuk rumah raja." Hal tersebut bagaikan sesuatu yang hampir mustahil, karena tentunya rumah raja dijaga oleh penjaga dan tentara, sehingga pencuri tidak bisa mendekatinya. 

Bagaimana mungkin pencuri tersebut mendekatinya sementara para penjaga dan tentara senantiasa siap siaga di sekitar raja? 

Sekarang tinggal rumah ketiga, maka hendaklah orang-orang berakal memperhatikan permisalan ini sebaik-baiknya, dan menganalogikannya (rumah) dengan hati, karena inilah yang dimaksudkannya. 

Hati yang kosong dari kebajikan, yaitu hati orang-orang kafir dan munafik, adalah rumah setan, yang telah menjadikannya sebagai benteng bagi dirinya dan sebagai tempat tinggalnya. Maka adakah rangsangan untuk mencuri dari rumah itu sementara yang ada didalamnya hanyalah peninggalan setan, simpanannya dan gangguannya? (rumah ketiga)

Hati yang telah dipenuhi dengan kekuasaan Allah Subhanahu wa ta'ala dan keagungan-Nya, penuh dengan kecintaanNya dan senantiasa dalam penjagaan-Nya dan selalu malu darinya, Syetan mana yang berani memasuki hati ini? Bila ada yang ingin mencuri sesuatu darinya, apa yang akan dicurinya? (rumah pertama)

Hati yang di dalamnya ada tauhid Allah, mengerti tentang Allah, mencintaiNya, dan beriman kepada-Nya, serta membenarkan janji-Nya, Namun di dalamnya ada pula syahwat, sifat-sifat buruk, hawa nafsu dan tabiat tidak baik. Hati ini ada diantara dua hal. Kadang hatinya cenderung kepada keimanan, ma'rifah dan kecintaan kepada Allah semata, dan kadang condong kepada panggilan syetan, hawa nafsu dan tabiat tercela.(rumah kedua).
 
Hati semacam inilah yang dicari oleh syetan dan diinginkannya. Dan Allah memberikan pertolongan-Nya kepada yang dikehendaki-Nya. "Dan kemenanganmu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi maha bijaksana." (Ali Imran:126) 

Syetan tidak bisa mengganggunya kecuali dengan senjata yang dimilikinya, yang dengannya ia masuk dalam hati. Di dalam hati seperti ini syetan mendapati senjata-senjatanya yang berupa syahwat, khayalan-khayalan dan angan-angan dusta yang berada di dalam hati. 

Saat memasukinya, syetan mendapati senjata-senjata tersebut dan mengambilnya serta menjadikannya menetap di hati. Apabila seorang hamba mempunyai benteng keimanan yang mengimbangi serangan tersebut, dan kekuatannya melebihi kekuatan penyerangnya, maka ia akan mampu mengalahkan syetan. Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah semata.

Rabu, 13 Juni 2012

NASEHAT UNTUK KAUM ADAM DAN HAWA

Adam…
Kadangkala perhatian yang ada padamu bisa membuat Hawa lemah dan cair ibarat air terkena api,....
Hati yang rapuh mudah luluh dan tunduk pada nafsu,....
Jiwa yang halus mudah pula jatuh hati....... 

Hawa…
Iblis menggunakanmu sebagai umpan untuk memerangkap Adam,....
Kau harus ambil kesempatan ini untuk memperdayakan Iblis,....
Selamatkanlah Adam dari cengkaman api yang tidak akan terpadam,....
Jatuhkanlah musuh Islam dengan akal satumu yang genius.....  

Adam…
 Kata-kata manis nistamu bisa menggoda hati Hawa,Senyum nakalmu membuatkan Hawa semakin suka,Lembutmu dalam berkata membuatkan Hawa senang mendekatimu, Sikap prihatinmu membuat Hawa tergilakan perhatianmu.   

Hawa…
Sikapmu yang manja menjadikan Adam berani terhadapmu,.....
Berani mengambil kesempatan untuk menyentuh tubuhmu,....
Ketidaktegasanmu membuatkan Adam semakin suka akan dirimu,.....
Hingga kau pun hanyut dalam dunia cinta palsu.....   

Adam…
 Kau bilang akalmu sembilan mengalahkan nafsumu yang satu,Gunakanlah akalmu itu untuk mendidik nafsumu yang boleh membinasakan Hawa,Cerdikkanlah akalmu itu dengan berjihad menentang nafsumu, Agar Hawa terpelihara sentiasa dalam jagaan taqwa.  

Hawa…
Lenggok tubuhmu bisa membuat Adam terpaku,.....
Lembut suaramu bisa mencairkan hati Adam,....
Longgarkanlah pakaianmu agar tubuhmu tertutup rapi,....
Tegaskanlah suaramu supaya syaitan tidak berpeluang merasuk Adam......
 
Oleh karena itu Adam…
Bersikap tegaslah dengan Hawa dalam setiap urusanmu,.....
Kau harus kuat dan sabar dalam membimbing Hawa yang semakin liar,....
Kau harus teruskan perjuanganmu menentang hawa nafsumu,...... 
 Agar nafsu Hawa tidak terus-terusan menular...... 

Adam…
Hawa meminta agar kau bersikap tegas dan berani,.....
Supaya Hawa takut untuk menggoda dan mendekati,.....
Supaya syaitan tidak membisikkan godaan nafsu durjana,..... 
Agar kau bisa menjadi pemimpin yang diidami Hawa.....

Begitu juga Hawa…
Mahalkanlah senyummu yang bisa menawan hati lelaki,......
Jagalah dan peliharalah aurat dan sikapmu,.....
Untuk membentengi nafsu yang sangat dibenci,.....
 Agar kau suci terpelihara saat Adam menyuntingmu...... 

Hawa…
Adam mudah cair dengan keanggunan wajahmu,.....
Namun… itu bukanlah yang Adam harapkan,.....
Adam mengharapkan Hawa yang berpegang teguh pada agama sebagai penyuci kalbu,.... 
Adam juga menginginkan Hawa yang sopan dan memelihara aurat dalam berpakaian..... 

Untukmu Adam.....
Jadilah Adam yang berpendidikan tinggi dalam agama.....
Yang bisa membimbing Hawa dari menjadi mangsa godaan syaitan......
Dan nafsu yang boleh membinasakan.

Jadilah Adam yang murah dengan kata-kata nasihat.....
Dan teguran yang bisa memperbaiki Hawa..... 
Jadilah Adam yang sentiasa berjuang menentang nafsu.....
Dan memelihara sikap diri untuk orang tercinta yang sah bergelar isteri......
Jadilah juga Adam yang boleh menjadi pemimpin keluarga yang baik,.....
Imam dalam solat berjamaah dan pemimpin agama yang taat.....
Dengan Perintah Allah dan Rasul-Nya,......

Untukmu Hawa......
Jadilah Hawa yang tinggi dengan didikan agama,......
Merendah diri dengan akhlak terpuji dan baik hati......
Jadilah Hawa yang menjaga aurat dan akhlak,......
Jadilah Hawa yang senantiasa haus akan ilmu nasihat dan teguran,.....
Sebagai persiapan menjadi Hawa yang solehah untuk seorang yang sah bergelar suami.....
Jadilah juga seorang Hawa yang bisa menjadi anak, ibu dan isteri yang solehah,.....
Serta hamba Allah yang beriman dan bertaqwa seperti yang diidamkan oleh Adam......

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...