English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ Belajar Dan Berbagi Ilmu Serta Nasehat Untuk Mempererat Ukhuwah Islamiyah
free counters
Tampilkan postingan dengan label CINTA DAN KELUARGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CINTA DAN KELUARGA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 September 2012

10 CARA BERBAKTI ANAK KEPADA IBU BAPAK SAAT BELIAU SUDAH UZUR

Setiap anak wajib berbakti dan mentaati ibu bapak dengan tujuan membahagiakan kehidupan beliau melalui hari tua. Islam meletakkan kedudukan ibu bapak pada kedudukan yang sangat mulia. Banyak cara untuk berbakti kepada ibu bapak. Bisa saja melalui bentuk material dan kasih sayang karena ini sesuai dengan bentuk fisik ibu bapak yang tambah tahun semakin tua otomatis memerlukan perhatian yg lebih.

Sebenarnya cara untuk menunjukkan bakti anak kepada ibu bapaknya sangat banyak namun setidaknya saya menulisnya 10 hal yang perlu dilakukan setiap anak kepada bapak ibunya :

1. Memberi nafkah.
Ketika faktor usia ibu bapak yang sudah teramat tua renta beliau tidak dapat lagi melakukan tugas sehari-hari. Kalau pun kerja tapi tidak cukup untuk untuk menampung kebutuhan keluarga yang semakin meningkat. Justru disinilah menjadi tanggung jawab anak memberi nafkah atau bantuan secara material kepada ibu bapak. Memang uang yang kita berikan sangat tidak sebanding dengan yang dibelanjakan ibu bapak untuk membesarkan, mendidik dan merawat kita dari kecil sampai dewasa tapi setidaknya bantuan uang yang kita berika kepada beliau bisa untuk meringankan kebutuhan hidup ibu bapak kita.

2. Menyediakan tempat tinggal.
Sudah sepatutnya dan menjadi tanggung jawab kita sebagai anak menyediakan tempat tinggal untuk ibu bapak manakala beliau sudah uzur. Yang lebih baik lagi adalah jika ibu bapak dibawa tinggal bersama kita agar kita juga bisa menjamin keselamatan dan keperluan harian beliau diuruskan dengan cara yang lebih baik.

3. Memberikan kasih sayang.
Kita wajib memberikan cinta dan kasih sayang kita kepada ibu bapak sebagai balasan atas perjuangan mereka mencurahkan kasih sayang kepada kita sejak kita masih dalam kandungan ibu sampai kita dewasa. Kasih sayang ibu dan bapak tidak pernah padam terhadap anaknya. Jadi sudah seharusnya kasih sayang itu dibalas dengan sebaik-baiknya.

Anak yang baik tidak akan melupakan jasa cinta dan kasih sayang kedua ibu bapaknya. Anak yang sholeh/ah senantiasa memohonkan kepada Alloh agar ibu bapak mereka diberikan ampunan dan rahmat dari Alloh.

Sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran Surat Al - Isra ayat 24 yang berbunyi "Wahai Tuhanku curahkanlah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka mencurahkan kasih sayang, memelihara dan mendidikku ketika kecil".

4. Memberi perhatian.
Ibu bapak yang diabaikan akan merasa kesunyian dan kesepian. Mereka tersisih seperti tidak dipedulikan. Hal ini memberi tekanan perasaan dan menyebabkan kemurungan. Keadaan seperti ini jika diteruskan akan memberi pengaruh kepada kesehatan dan mental ibu bapak.

Banyak ibu bapak yang disisihkan dan dititipkan di pantai-pantai jompo. Sangat sukar diterima akal jika mereka beranggapan bahwa mereka tidak bisa menjaga dan merawat ibu bapak mereka dengan baik sehingga mereka merasa pantai jompo adalah tempat yang sangat cocok untuk kedua orang tua mereka. 

5. Memenuhi permintaan.
Ibu bapak seringkali memerlukan bantuan anak untuk melaksanakan keperluan mereka. Permintaan itu mungkin saja bisa dalam bentuk uang, tenaga dan waktu. Memenuhi permintaan ibu bapak haruslah lebih diuatamakan daripada melakukan tugas lainnya karena sesungguhnya memenuhi permintaan kedua orang tuanya adalah lebih baik dibanding melakukan sholat sunat, puasa sunat dan yang lainnya.

Keutamaan berbakti kepada ibu bapak lebih utama dari jihad di medan perang sebagaimana dalam hadits yang diriwiyatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim "Ibnu Umar berkata: "saya telah bertanya kepada Nabi Muhammad apakah perbuatan yang disukai Alloh?" lalu baginda bersabda "Sholat pada waktunya". Kemudian apa? saya tanya lagi. Jawab baginda "Berbakti kepada kedua orang tua". Kemudian saya bertanya "apalagi". Jawab baginda "jihad dijalan Alloh".

6. Melakukan apa yang disukai.
Ibu bapak sudah tentu mengharapkan anaknya melakukan sesuatu yang baik dalam pandangan mereka. Melakukan perbuatan yang tidak disukai oleh ibu bapak bisa berarti kita mendurhakai mereka sedangkan anak yang durhaka kepada ibu bapaknya tidak akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya. Siapa yang durhaka kepada ibu bapaknya maka akan disegerakan balasan didunia dan tidak akan lepas dari balasan akhirat,na'udzubillah....

Rosululloh bersabda "Dua kejahatan yang disegerakan balasan didunia adalah zina dan durhaka kepada ibu bapak" (HR. Tirmidzi).

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Al Hakim "Semua dosa akan ditangguhkan Alloh yakni balasannya menurut kehendak-Nya hingga hari kiamat kecuali balasan mendurhakai kepada ibu bapak. Maka sesungguhnya Alloh menyegerakan balasan kepada pelakunya pada masa hidupnya sebelum mati".

7. Berbicara dengan lemah lembut.
Salah satu cara menjaga perasaan ibu bapak adalah dengan cara berbicara kepada beliau dengan perkataan yang lembut dan enak didengar jangan dengan nada yang tinggi apalagi membentak mereka dan mengatakan sesuatu yang membuat mereka marah dan sakit hati.

Sebagaimana telah dijelaskan dalam Al Quran :"Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Alloh dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah seorang telah lanjut usianya atau kedua-duanya telah tua janganlah sekali-kali engkau berani berkata cis terhadap mereka dan janganlah engkau suka menggertak mereka. Tetapi berkatalah dengan sopan dan lemah lembut". (QS. Al-Isra : 23)

8. Berbagi kesuksesan dan keberhasilan.
 Ibu bapak senantiasa mengharapkan anaknya sukses dan berhasil dan anak hendaknya bersungguh-sungguh dalam meraih kesuksesan dan keberhasilan. agar bisa berbagi kebahagiaan bersama ibu bapak.

Jadi saat kita bisa meraih suatu keberhasilan dan kesuksesan entah itu mendapatkan pekerjaan, naik pangkat dan kesuksesan lainnya seharusnya ibu bapak juga dikasih tahu dan diajak bersama-sama untuk merayakan kesusksesan tersebut.

9. Meluangkan waktu bersama-sama.
Anak yang tinggal berjauhan dengan ibu bapak perlu meluangkan waktunya untuk mengunjungi ibu bapaknya. Dan ibu bapak pasti akan sangat senang jika masih diberikan kesempatan untuk bertemu dan melihat wajah anak-anaknya. Sesibuk apapun aktivitas kita sebisa mungkin harus bisa meluangkan waktu untuk menjenguk dan silaturahmi dengan kedua orang tua.


10. Mendoakan kebaikan ibu bapak.
Anak haruslah senantiasa mendoakan kebaikan untuk ibu dan bapaknya. Amalan mendoakan ibu bapak haruslah diteruskan walaupun beliau telah meninggal dunia karena doa anak yang sholeh/ah akan terus mengalir meskipun beliau telah tiada.

Rosululloh bersabda "Apabila meninggal seseorang itu maka terputuslah segala amalannya kecuali 3 perkara yaitu sedekah jariyah yang memberikan manfaat, ilmu yang memberikan kebaikan kepada orang lain dananak yang sholeh yang senantiasa mendoakan kebaikan kepada kedua ibu bapaknya" (HR. Muslim)

Kebaiakan yangn dilakukan anak kepada ibu bapak sebenarnya teramat kecil. Anak tidak akan mampu membalas jasa ibu bapak sepenuhnya biarpun mereka berbakti sepanjang hidupnya. Mari gunakan kesempatan yang ada untuk senantiasa berbuat baik kepada ibu bapak karena waktu kita untuk berbuat baik kepada beliau semakin pendek dan singkat terpotong usia yang semakin mendekati ajal.

Mungkin kita selalu melihat beliau tertawa tapi bisa saja sebenarnya beliau tidak setabah seperti kita kira. Dibalik senyumannya mungkin banyak cerita sedih yang ingin ditumpahkan kepada kita. Dibalik kesenangannya mungkin tersimpan sejuta kalut. Kita tidak tahu secara pastinya tapi jika kita berusaha lebih dekat lagi tentulah kita tahu keluh kesah mereka. Jangan bebani pikiran dan hati mereka dengan sikap kita yang cuek kepada mereka. Segeralah berikan seluruh kemampuan dan kekuatan untuk senantiasa menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtua.

Kamis, 23 Agustus 2012

PENGORBANAN ISTRI YANG TERKADANG TIDAK DISADARI SUAMI

Wanita adalah karunia terindah yang ada dan penting di dunia karena kehadiran wanita adalah untuk melengkapi laki-laki tapi banyak perjuangan dan pengorbanan wanita yang terkadang tidak di ketahui atau pun tidak disadari oleh laki-laki.

1. Ketika suami menikah lagi, dan perempuan berusaha menerima (karena alasan ekonomi atau agama atau alasan apapun), ia akan duduk sendiri di setiap malam dalam gelap kamar saat suaminya tengah mendekap mesra seorang perempuan lain di ranjang lain.

Ia akan (mungkin) menangis karena terluka, tapi demi anak-anak ia akan berusaha menerimanya dengan sabar

2. Sebagai istri ia siap mengorbankan impian-impiannya demi mengurus suami (yang kadang bersifat kekanak-kanakan dan minta diurus) dan anak-anak yang bandel.

3. Ketika suami mencela masakannya, ia akan bersusah payah belajar masak dari siapapun untuk bisa menghidangkan makanan dengan rasa terbaik pada suami dan anak-anaknya.

4. Ia bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Jam kerjanya tak berbatas. ia bangun ketika siapapun di rumah belum bangun, mulai bekerja, memasak,membersihkan rumah, mencuci pakaian, lalu mengurus suami sebelum pergi kerja, mengurus anak-anak berangkat sekolah, ketika pakaian kering di jemuran ia akan mengangkatnya, dan menyetrika dengan rapi dan pekerjaan lain yang dibebankan kepada istri.

5. Kemudian setelah begitu capek mengurus rumah tangga, malam giliran memenuhi ini itu suaminya. Mulianya seorang istri adalah: tukang masak, tukang cuci, cleaning service, pembantu dan wanita penghibur keluarga digabung jadi satu

6. Ketika suaminya menginginkan punya anak 4,5,6 atau 9 orang, ia sebagai istri harus siap menderita mengandung anak dan bertarung nyawamelahirkannya. Suami kadang gak terlalu paham penderitaan macam begini karena mereka tidak mengalaminya

7. Meski laki-laki tak paham benar, tapi Allah Maha Mengerti, karena itulah Allah  memberi reward pada pengorbanan perempuan.

*) Bagi yang meninggal karena melahirkan anak, Tuhan langsung memberinya surga. Bagi istri yang setia bekerja mengurus rumah tangganya, dengan sabar dan ikhlas, maka silahkanlah ia masuk surga dari pintu mana saja ia suka.

*) Berbahagialah wahai wanita shalihah sebab Rasulullah SAW bersabda, “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim, Ahmad, dan An-Nasa’i)
  
*)Do’a wanita lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda: “Ibu lebih penyayang daripada Bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”

*) Wanita yang solehah itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang shaleh.

*) Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seperti orang yang senantiasa menangis karena takut Allah SWT dan orang yang takut Allah SWT akan diharamkan api neraka keatas tubuhnya.

*) Barang siapa yang membawa hadiah (barang, makanan dari pasar kerumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barang siapa yang menyukai akan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail as.

*) Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya, akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW) di dalam surga.

*) Barang siapa yang mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah surga.

*) Dari Aisyah r.a. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya api neraka.”

*) Surga itu di bawah telapak kaki ibu.

*) Apabila memanggilmu dua orang ibu bapamu maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

*) Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga. Masuklah dari manapun pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

*) Wanita yang taat pada suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama dia taat kepada suaminya dan rekannya (serta menjaga sholat dan puasanya).

*) Aisyah r.a. berkata, “Aku bertanya pada rasulullah SAW, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita?” Jawab baginda, “suaminya.” “Siapa pula berhak terhadap lelaki?” jawab Rasulullah SAW, “Ibunya.”

*) Perempuan apabila sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya, serta taat pada suaminya, masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dia kehendaki.

*) Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia kedalam surga lebih dahulu daripada suaminya (10.000 tahun)

*) Apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1000 kejahatan.

*) Apabila seorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT

*) Apabila seorang perempuan melahirkan anak, keluarlah ia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkan

*) Apabila telah lahir (anak) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan dari susunya diberi satu kebajikan

*) Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT

Wallahu’alam bishshawab,....

Senin, 18 Juni 2012

SUARA HATI SEORANG SUAMI


Aku rasa istriku adalah karunia terindah yang Allah berikan kepadaku. Saat di dalam rumah, ia selalu berusaha memanjakanku. Kebutuhanku selalu dia penuhi sebelum dirinya. Saat aku pergi meninggalkan rumah, tak ada gelisah atas hartaku dan dirinya. Aku yakin ia akan senantiasa menjaga kehormatan diri dan keluarganya.


Saat aku di tempat kerja, bahkan saat di luar kota, seringkali ia menelepon menanyakan keadaanku. Saat aku sakit, ia menjadi yang begitu perihatin dengan keadaanku. Dan dengan panggilan sayang yang sering ia ucapkan, aku menjadi begitu bahagia. Aku merasa, bahwa kehadiranku di dunia ini, keberadaanku di tengah-tengah mereka menjadi semakin berharga.


Istriku juga akan sangat bahagia saat aneka masakan yang dibuatnya, lahap aku nikmati. Ia juga begitu senang saat dapat berbagi dengan para tetangga. Ia selalu mendukung setiap kebaikan yang aku lakukan. Ia pun tak pernah memberatkanku dengan segala macam tuntutan yang sulit aku penuhi. Ia lebih tenang dan senang saat berkumpul bersama kami di dalam rumah, daripada berkeliling di mal-mal atau tempat hiburan dan rekreasi.


Bahkan, saat kami kesulitan keuangan, ia tidak jarang harus menjual perhiasan yang dipakainya secara diam-diam. Menyadari segala kebaikan yang dipersembahkannya kepadaku, aku merasa sangat miskin kebaikan.


Aku merasa berutang budi begitu banyak terhadapnya. Sepertinya apa yang selama ini aku berikan sangat tidak sebanding dengan segenap kebaikan yang ia persembahkan. Dan aku menjadi semakin terharu, saat menawarkan sedikit kemewahan, tapi ia menolak dan lebih memilih hidup apa adanya.


Saat aku memberi sesuatu yang membahagiakannya, tak lupa ucapan terima kasih dan doa mengalir dari bibirnya. Ini semakin memacu semangatku untuk mengimbangi segala kebaikannya dengan mempersembahkan kebahagiaan untuknya.


Aku merasa begitu sedih dan kehilangan, saat ia marah karena sikap atau perkataanku yang tak berkenan di hatinya. Dan aku menjadi semakin terharu, saat ia mengatakan tak berkeberatan untuk mencarikanku istri lagi. ‘Bagaimana mungkin aku membutuhkan wanita lain kalau kamu adalah wanita terbaik yang aku miliki? Apalagi yang aku cari dari seorang wanita?’


Sejujurnya kuakui, setelah Allah dan Rasul-Nya, ia adalah sumber kebahagiaan kami. Tapi saat aku mengakui dengan sejujurnya akan hal itu kepadanya, ia hanya tertawa dan menganggapnya hanya rayuan belaka. Wahai pujaan hatiku, semoga Allah membalas semua kebaikanmu dengan surga-Nya yang terindah. Engkau adalah bidadari yang Allah karuniakan padaku di dunia.”

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada para sahabatnya, “Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang istri kalian yang berada di surga?” Kami berkata, “Ya wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Dia adalah wanita yang sangat mencintai lagi subur, bila sedang marah atau sedang kecewa atau suaminya sedang marah maka ia berkata, ‘Inilah tanganku aku letakkan di tanganmu dan aku tidak akan memejamkan mata sebelum engkau ridha kepadaku.” (HR. Thabrani dalam al Ausath 5806).

Dari Abu Umamah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada perkara yang lebih bagus bagi seorang mukmin setelah bertakwa kepada Allah daripada istri yang shalihah, bila ia menyuruhnya maka ia menaatinya, bila ia memandangnya membuat hati senang, bila bersumpah maka ia mendukungnya dan bila ia pergi maka ia dengan tulus menjaga diri dan hartanya.” (HR. Ibnu Majah dalam Sunan-nya 1857).


Dari Suamimu yang tercinta...... ^_^

Selasa, 12 Juni 2012

MENANTU DAN IBU MERTUA

Dikisahkan, seorang wanita baru menikah dengan pria yang dicintai dan tinggal serumah dengan ibu mertuanya. Tidak lama setelah mereka berumah tangga, sangat terasa banyak ketidakcocokan di antara menantu dan sang mertua. Hampir setiap hari terdengar kritikan dan omelan dariibu mertua. Percekcokan pun seringkali terjadi. Apalagi sang suami tidak mampu berbuat banyak atas sikap ibunya. 


Saat sang menantu merasa tidak tahan lagi dengan temperamen buruk dan dominasi ibu mertuanya, dia pun akhirnya memutuskan untuk melakukan sesuatu demi melampiaskan sakit hati dan kebenciannya.
Pergilah si menantu menemui teman baik ayahnya, seorang penjual obat ramuan tradisional. Wanita itu menceritakan kisah sedih dan sakit hatinya dan memohon agar dapat diberikan bubuk beracun untuk membunuh ibu mertuanya. 

Setelah berpikir sejenak, dengan senyumnya yang bijak, si paman menyatakan kesanggupannya untuk membantu, tetapi dengan syarat yang harus dipatuhi si menantu. Sambil memberi sekantong bubuk ramuan yang dibuatnya, sang paman berpesan, "Nak, untuk menyingkirkan mertuamu, jangan memberi racun yang bereaksi cepat, agar orang-orang tidak akan curiga. Karena itu, saya memberimu ramuan yang secara perlahan akan meracuni ibu mertuamu. Setiap hari campurkan sedikit ramuan ini ke dalam masakan kesukaan ibu mertuamu dari hasil masakanmu sendiri. Kamu harus bersikapbaik, menghormati,dantidak berdebat dengannya. Perlakukan dia layaknya sebagai ibumu sendiri, agar saat ibu mertuamu meninggal nanti, orang lain tidak akan menaruh curiga kepada kamu." 

Dengan perasaan lega dan senang, diturutinya semua petunjuk sang paman penjual obat. Dilayaninya sang ibu mertua dengan sangat baik dan penuh perhatian! Setiap hari, ia menyuguhkan aneka makanan kesukaan si ibu mertua. 

Tidak terasa, empat bulan telah berlalu dan terjadilah perubahan yang sangat besar. Dari hari ke hari, melihat sang menantu yang bersikap penuh perhatian kepadanya, ibu mertua pun merasa tersentuh. Ia berbalik mulai menyayangi si menantu bahkan memperlakukannya seperti anaknya sendiri. Dia juga memberitahu teman-teman dan kenalannya bahwa menantunya adalah seorang penuh kasih dan menyayanginya. 

Menyadari perubahan positif ini, sang menantu cepat-cepat datang lagi menemui sang paman penjual obat, "Tolong berikan kepada saya obat pencegah racun pembunuh ibu mertua saya. Setelah saya patuhi nasihat paman, ibu mertua saya berubah sangat baik dan menyayangi saya seperti anaknya sendiri. Tolong paman, saya tidak ingin dia meninggal karena racun yang telah saya berikan". 

Sang paman tersenyum puas dan berkata "Anakku, kamu tidak perlu khawatir. Bubuk yang saya berikan dulu bukanlah racun, tetapi ramuan untuk meningkatkan kesehatan. Racun yang sebenarnya ada di dalam pikiran dan sikapmu terhadap ibu mertua. Sekarang semua racun itu telah punah oleh kasih dan perhatian yang kamu berikan padanya."

Minggu, 27 Mei 2012

DOA SEORANG MUSLIMAH

Ya Robbi,....
Aku berdoa untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku....
Seorang pria yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu,....
Seorang pria yang yang akan meletakkan pada posisi kedua dihatinya setelah Engkau,...
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tapi untuk-Mu,....

Seorang pria yang mempunyai sebuah hati yang sungguh mencintai-Mu dan haus akan Engkau serta memiliki keinginan untuk menauladani sifat-sifat Agung-Mu,....
Seorang pria yang mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidak sia-sia,...
Seorang pria yang memiliki hati bijak bukan hanya sekedar otak yang cerdas,...

Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi ia juga menghormatiku,...
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tapi juga dapat menasehati disaat aku berbuat salah,...
Seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku,...
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi,...

Seorang pria yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika berada di sebelahnya,...
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya,...
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya,...
Seorang pria yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya,....
Seorang pria yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna,...

Dan aku juga meminta,....
Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat pria itu bangga,...
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintai-Mu,....
Sehingga aku dapat mencintainya dengan cinta-Mu bukan mencintainya dengan sekedar cintaku,...

Berikanlah sifat-Mu yang lembut sehingga kecantikanku datang darim-Mu bukan dari luar diriku,....
Berikanlah aku kekuatan sehingga aku selalu mampu mendampingi hidupnya,...
Berikanlah aku bimbingan sehingga aku selalu bisa berdoa untuknya,...
Berikanlah aku penglihatan-Mu sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya,...
Bukan hanya hal buruk yang ada pada dirinya,...

Jadikanlah bibir ini senantiasa bertutur kata lemah lembut kepadanya,...
Sehingga aku dapat memberikan dukungan kepadanya setiap hari,...
Aku dapat selalu membuatnya tersenyum bahagia,...

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu,...
Aku selalu berharap kami berdua dapat mengatakan,...
"Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku seorang yang dapat membuat hidupku lebih sempurna dan bermakna,..."

Selasa, 22 Mei 2012

CARILAH IMAN YANG SEPARUH LAGI

Ketika salah seorang sahabat bernama Ukaf bin Wida’ah al-Hilali menemui Rasulullah saw dan mengatakan bahwa ia belum menikah, beliau bertanya, “Apakah engkau sehat dan mampu?” Ukaf menjawab, “Ya, alhamdulillah.” Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Kalau begitu, engkau termasuk teman etan. Atau engkau mungkin termasuk pendeta Nasrani dan engkau bagian dari mereka. Atau (bila) engkau termasuk bagian dari kami, maka lakukanlah seperti yang kami lakukan, dan termasuk sunnah kami adalah menikah. Orang yang paling buruk diantara kamu adalah mereka yang membujang. Orang mati yang paling hina di antara kamu adalah orang yang membujang.” Kemudian Rasulullah saw menikahkannya dengan Kultsum al-Khumairi. (HR Ibnu Atsir dan Ibnu Majah)

Anas bin Malik ra berkata, telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, “Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.” (Hadist Riwayat Thabrani dan Hakim).

Pernah suatu ketika tiga orang shahabat datang bertanya kepada istri-istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang peribadatan beliau. Setelah mendapat penjelasan, masing-masing ingin meningkatkan peribadatan mereka. Salah seorang berkata, “Adapun saya, akan puasa sepanjang masa tanpa putus.” Yang lain berkata, “Adapun saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan kawin selamanya.” Ketika hal itu didengar oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau keluar seraya bersabda, “Benarkah kalian telah berkata begini dan begitu? Demi Allah, sesungguhnya akulah yang paling takut dan taqwa diantara kalian. Akan tetapi aku berpuasa dan aku berbuka, aku shalat dan aku juga tidur dan aku juga mengawini perempuan. Maka barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Ibnu Mas’ud ra pernah berkata, “Jika umurku tinggal sepuluh hari lagi, sungguh aku lebih suka menikah daripada aku harus menemui Allah subhanahu wa ta'ala sebagai seorang bujangan.” (Ihya Ulumuddin hal. 20).

Dalam suatu kesempatan Imam Malik pernah berkata, “Sekiranya saya akan mati beberapa saat lagi, sedangkan istri saya sudah meninggal, saya akan segera menikah.” Demikian rasa takut pengarang kitab al-Muwatha’ ini kepada Allah kalau ia meninggal dalam keadaan membujang. (30 Pertunjuk Pernikahan dalam Islam, Drs. M. Thalib).

Lalu kenapa kita masih menahan diri untuk menikah? Pengalaman mengajarkan bahwa ternyata kita dapat menjadi semacam tempat penyalur rejeki (dari Allah) bagi orang-orang yang lemah diantara kita (istri dan anak-anak, bahkan orangtua dan mertua sekaligus). Itu dapat terjadi manakala kita telah buat keputusan untuk mengambil tanggung jawab atas mereka. Seakan-akan Allah mengatakan bahwa Dia akan membantu kita untuk mewujudkan setiap niat baik dan tangung jawab kita.

Allah subhanahu wa ta'ala menyukai orang-orang yang dapat ‘mewakili’-Nya dalam hal pembagian rejeki. Salah satu kesukaan-Nya adalah bahwa Dia akan berikan lebih banyak lagi rejeki kepada wakil-wakil-Nya agar hal itu dapat bermanfaat bagi hamba-hamba-Nya yang ada dibawah tanggung-jawab mereka. Dan Allah (yang menyenangi orang-orang yang berbuat baik) menyukai mereka yang mengambil tanggung-jawab atas urusan-urusan yang disukai-Nya.

Percayalah bahwa ketika kita buat keputusan untuk menikah, itu berarti bahwa kita sedang menyenangkan Allah. Pada saat yang sama, kita menjadikan setan stress dan ‘uring-uringan’. Pada gilirannya nanti, Allah akan memperlihatkan bahwa hanya kepada-Nyalah semua makhluk bergantung dan mendapatkan rejekinya. Sementara itu, setan bekerja lebih keras lagi untuk menanamkan rasa takut terhadap segala resiko (yang mungkin timbul) dari pernikahan, sekaligus dia menampakkan ‘kebaikan-kebaikan’ hidup sendiri (membujang).

Bila kita menikah, padahal saat ini kita (misalnya) seperti ‘tulang punggung’ bagi keluarga orangtua, maka Allah yang maha pengasih dan maha penyayang tidak akan menambah berat beban yang harus kita pikul, bahkan Dia akan meringankannya melalui pernikahan. Nampaknya hal ini tidak bisa masuk akal, akan tetapi demikianlah ketetapan Allah dalam memelihara ciptaan-Nya. Akal kita memang sangat terbatas, bahkan sekedar untuk memahami ciptaan-Nya saja hamper-hampir kita tidak mampu.

Bila kita menikah, sedangkan kita tidak sedikitpun punya niatan untuk meninggalkan bakti kepada orangtua dan hubungan baik dengan sanak-saudara, niscaya Allah akan memberi jalan keluar bagi masalah-masalah yang mungkin timbul terhadap mereka. Segala sesuatu datang dari Allah dan semuanya akan kembali kepada-Nya. Keadaan seberat apapun, pasti tidak akan menyusahkan-Nya sedikitpun dalam menyelesaikan masalah-masalah keseharian kita.

Bila kita menikah, maka kita akan (segera) masuk ke dalam orang-orang yang beruntung yang akan diakui sebagai ummat Rasulullah saw. Begitu besarnya perhatian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam akan hal nikah sehingga seseorang seperti Julabib, (maaf) yang punya wajah jelek, hitam, miskin dan tidak punya keberanian untuk nikah (karena keadaannya) pun ‘digesa’ dan didorong untuk menikah. Seakan Rasulullah marah kepada mereka yang sudah masuk dalam kategori layak nikah namun dia mengabaikannya.

Untuk itu, hendaknya tidak seorangpun merasa kecil hati dengan keadaannya saat ini. Banyak keadaan dimana orang-orang memandang bahwa keadaan kita jauh lebih baik daripada mereka. Barangkali orang-orang di luar kita tidak sepenuhnya memahami keadaan kita, akan tetapi pada kenyataannya memang selalu ada orang-orang yang posisinya jauh dibawah kita dan selalu ada orang-orang yang keadaannya lebih buruk daripada kita.

Lalu dari mana kita mulai? Orang-orang tua yang arif-bijaksana selalu mengingatkan agar kita selalu memperbaharui niat kita, menguatkannya hingga kita berazam untuk mewujudkan sesuatu yang kita hajatkan. Dengan ijin Allah, niat yang kuat (azam) akan dapat mengaktifkan fikir, menggerakkan anggota badan dan melibatkan segala sesuatu di sekitar kita untuk merealisasikan apa yang kita niatkan. Untuk perkara yang tidak baik saja Allah memberinya ijin, lalu bagaimana pula bila niat itu sesuatu yang Allah sukai?

Langkah selanjutnya adalah doa. Dengan menguatkan niat, doa kita akan terasa lebih berkesan. Ada masa-masa tertentu setiap hari ketika Allah merespon doa secara ‘cash’ (tunai). Tidak seorangpun tahu rahasia ini, sehingga orang yang bersungguh-sungguh (dengan urusan doa yang diijabah ini) tidak akan menyiakan masanya, sehingga tidak ada masa kecuali selalu dalam berhubungan dengan Sang pengijabah doa.
Langkah berikutnya, yakni seiring dengan doa yang sedang kita panjatkan, adalah ikhtiar. Kita boleh menyukai siapa saja, yang agama kita membenarkannya untuk kita menikahinya. Akan tetapi ketetapan pasangan kita adalah hak Allah. Kita boleh memilih dan memilah, tapi yakin kita adalah bahwa keputusan Allah adalah yang terbaik buat kita. Allah mengetahui sedangkan kita tidak tahu kecuali sebatas pada apa yang diberitahukan-Nya kepada kita.

Bila kita menyukai seseorang untuk menjadi pasangan (suami atau istri) kita lalu hal itu sesuai dengan keinginan dan ilmu kita, akan tetapi Allah (dengan keluasan ilmu-Nya) tidak menghendakinya terjadi, maka pernikahan itu tidak akan dapat diwujudkan meski seluruh jin dan manusia membantu kita. Bila kita menyukai seseorang dan Dia sendiri telah menetapkannya untuk kita, maka pernikahan akan terwujud meskipun seluruh jin dan manusia menghalanginya.

Bila kita tidak suka kepada seseorang sedangkan Allah suka agar kita menyenangi dan menikahinya, ini adalah suatu pertanda bahwa Allah menyimpan banyak kebaikan yang (sebagian besarnya) dirahasiakan-Nya agar menjadi  ‘surprise’ bagi kita pada saat yang ditentukan-Nya sendiri kelak, baik di dunia ataupun di akhirat. Dan kesukaan Allah yang lain adalah bahwa Dia mecurahkan kebaikan yang semakin bertambah dan berlipat kepada hamba-hamba yang diridhoi-Nya.

Dari banyak pengalaman, saat menjelang pernikahan (setelah kita buat keputusan untuk itu) adalah masa-masa yang sering dipenuhi dengan kecamuk ‘perang bathin’. Seolah ini adalah perang antara kebaikan dan keburukan. Bila kita terus maju dengan segala resikonya, kita akan menang lalu sampailah kita ke gerbang pernikahan. Sebaliknya, bila kita ragu dan menjadi terhalang dengan ‘hal-hal kecil’, kita akan kalah dan kita tidak akan sampai ke gerbang itu. Maka bila kita sudah buat keputusan, kita mesti buang jauh segala bentuk keraguan dan kita mesti belajar untuk menjadi tidak peduli dengan segala rintangan. Subhanallah.....

Senin, 21 Mei 2012

SUAMI ISTRI YANG SENANTIASA BERSABAR

Alkisah ada sepasang suami istri yang telah melewati 10 tahun masa pernikahannya. Mereka hidup sederhana dan berbahagia. Walaupun mereka belum mendapatkan keturunan namun rasa cinta kasih mereka tak lekang dimakan waktu. Mereka sepakat akan saling memberikan hadiah yang paling diinginkan.

Suatu hari mereka melakukan suatu rencana agar kiranya mereka menulis permintaan kepada pasangannya. Dan pasangan nya harus menuruti semua yg ditulis dikertas tersebut. Lalu pada malam itu mereka menulis masing-masing keinginannya di dalam sebuah amplop tertutup

Didalam hati sang isteri "aku ingin abi membelikan sesuatu buat ibunya dan aku sangat ingin kesalon agar aku terlihat cantik saat aku bertemu mama suatu hari nanti".

Didalam hati Sang suami,,,,, : hadooooohhhhhh harus nulis apa nih,,,,

Singkat cerita mereka berjanji esok pagi akan membuka amplop itu secara bergiliran. (InsyaAllah). Sang istri berujar, “hari ini yang akan dibuka adalah amplop abi lebih dahulu yaa..”.

“umi,,,,,,, “dengan mesra” Apa kah tidak sebaiknya amplop umi saja, aku ingin tahu apa yang paling umi inginkan, setelah itu baru amplopku”, jawab sang suami. “Baik lah” ucap sang istri sambil mengangguk.


Ketika amplop istri dibuka oleh sang suami, tertulis lah sebuah kalimat di dalam surat itu

“Aku menginginkan sebuah gelang berlian sebagai pengikat 10 tahun pernikahan kita, lalu temani aku ke salon”. Dengan tersenyum sang suami pun berujar,  “Baik lah mari kita cari gelang yang engkau inginkan itu,”jawab sang suami pada istrinya.

Ternyata mencari gelang berlian itu tidak semudah yang dibayangkan sebelumnya. Sudah sepuluh toko yang dikunjungi, muter sana muter sini tidak ditemukan satu pun gelang yang dinginkan oleh sang istri.
Setelah melewati sholat Dzuhur dan Ashar di masjid terdekat hari makin beranjak senja meski pun kaki nya sudah sangat letih sang suami tetap menemani istrinya berbelanja.

Akhirnya gelang yang diidamkan sang istri terbeli juga. Mendapatkan sebuah gelang setelah keluar masuk hampir 20an toko.

Sang isteri : Abi suka dengan gelang yg ini...
Sang suami : Umi suka,, tp kayaknya gelang nya terlalu longgar mi,,,

Sang istri,,: Abi,, maaf ,, Umi suka dengan gelang yang ini,,
Sang suami,, : iya udah,,, klo Umi suka ,, Abi ridho aja ya,,, hehehe...

alhamdullilah mi dapaant gelang yang Umi suka,,

Sang istri dengan senyuman manis ”makasih ya bi,,, Abi capek ya,,, hehehehhe kasian banget untung enggak 100 toko ya bi yg kita masukin....

Sang suami,,,hahhahhahahahhahahha,...
tertawa sambil memegang kakinya yang lumayan capeknya,,

Tapi permintaan belum lah selesai ditunaikan,
setelah mendapatkan gelangnya, sang istri pun minta ditemani ke salon.

Sang suami,, ayo kita lanjutkan mi,....
Sang istri,, ayo bi,....

Tiba di salon,, sang suami duduk di ruang runggu..
Bayangkan tiga jam dihabiskan di salon,

Sang suami sudah 4 kali membaca koran yang dibelinya tadi, bolak balik dr halaman pertama dan terakhir,,begiru seterusnya,, sampai dia hapal tulisan dari koran tersebut,,,
Sang suami lalu mendekati sang isteri,,

Sang suami,,, "masih lama ya mi,,,”melihat isterinya yang masih di dalam perawatan wajah,,

Sang isteri,,, iya dunk mi,, mama kan mau pedicure,,medicure dulu bi,, enggak apa-apa kan bi,,

Sang suami,,, iya deh,,, “didalam hatinya,, alhamdullillah hari ini aku bisa membahagiakan istriku,hihihihiiii....

Sang suami,,, mi, Abi keluar bentar ya,,, cari angin dikit,....

Sang istri,, iya bi,,, tp jangan lama-lama yah,...

Sang suami,,, sip deh mi,....

Sang Istri melakukan sholat Maghrib pun di sana, sementara sang suami yang setia menantinya sholat di Mushola terdekat. Akhirnya malam makin larut ketika mereka sampai di rumah.  Setelah mandi dan sholat Isya berjama’ah lalu mereka duduk di ruang tengah,....

Sang istri,,” Bi,,sekarang giliran Umi ya yang buka amplop Abi,,

Sang suami,,,”silahkan Mi,, “sambil tersenyum...

lalu giliran amplop sang suami di buka oleh si istri.

Dengan penuh tanda tanya dihati,, apakah yg ditulis oleh sang suami,,,

Sang isteri,,, bismillah,,....
Tapi tiba tiba betapa terkejutnya sang istri,  amplop itu hanya berisi kertas putih yang kosong.
Dibolak baliknya kertas depan belakang namun tak ada juga tulisannya lalu di terawangnya kearah lampu yang ada hanya kertas kosong melompong,....

Sang suami tersenyum memandang istrinya yang terbengong-bengong menatap kertas kosong.  Sang suami mendekati sang isteri  lalu suaminya berujar,  “Apa yang paling aku ingin kan sudah aku dapatkan, seorang istri sholehah sepertimu, telah engkau baktikan seluruh hidupmu untuk mengurus  rumah tangga kita serta mengurus diriku. Bahkan tidak sekali pun engkau meminta perhiasan dan memanjakan dirimu sendiri. Itu lah sebabnya aku dengan ikhlas menemanimu seharian ini dan membelikan gelang berlian sesuai permintaanmu. Sekarang.. aku minta engkau lah yang menulis di kertas kosong milikku.. apa yang engkau tulis akan menjadi hal yang paling ku ingin kan pula”

Suara lembut suaminya menelusup ke rongga hati sang istri, tak terasa hangat menetes bulir-bulir airmata jatuh di pipi si istri. Sang istri mengambil pulpen dan mulai menulis di kertas kosong itu tidak berapa lama diserahkannya kertas itu pada sang suami.

Dengan perlahan si suami membaca kata demi kata yang tertulis,

Abi sebenernya
“gelang berlian yang tadi papa belikan untukku itu akan menjadi kado ulang tahun untuk Ibu (mertua)”.

Sang suami... berpikir sebentar didalam hati....”pantes dari tadi gelang yang dicari enggak ada yang Umi suka dan gelang yang di pilih Umi longgar enggak sesuai dengan bentuk tangannya yang mungil,....

Sang suami lalu menatap bingung istrinya belum sempat ia bertanya mengapa telunjuk lentik dan halus sang istri sudah menyentuh bibirnya sambil tersenyum sang istri berujar,

“Akan ku berikan perhiasan terindah yang pernah ku miliki ini sebagai tanda terima kasih ku untuk Ibu tercinta,  perempuan terhebat yang telah melahirkan dan membesarkan mu seorang laki-laki hebat, suami yang sholeh dan mencintaiku apa adanya”.  Tidak kuasa mata sang suami membendung bulir-bulir airmata keharuan.

Subhanallah…
Sepasang suami istri yang saling mencintai karena Rabb nya, Semoga ada hikmah dan manfaat yang dapat dipetik dari kisah ini, InsyaAllah.. aamiin....


Semoga bermanfaat,....

Selasa, 21 Februari 2012

TIPS UNTUK SUAMI

Rasulullah adalah sosok suami yang paling mesra terhadap istri-istrinya. Berikut beberapa tips untuk menjaga kemesraan yang dikompilasi dari hadist-hadist dan riwayat yang menceritakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :
1. Suami membukakan pintu untuk istrinya
Suami membukakan pintu untuk istrinya baik di kendaraan, rumah, maupun yg lain
Ternyata sudah dilakukan Rasulullah sejak berabad-abad yang lalu, disaat kebudayaan lain di dunia menganggap wanita lebih rendah, bahkan diragukan statusnya sebagai “manusia”.

Dari Anas, dia berkata: “Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah. Kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut.” (HR Bukhari)

2. Mencium istri ketika pergi dan datang
Sungguh hal yang romantis dan bisa menimbulkan rasa kasih sayang jika kita bisa membiasakan mencium istri/suami ketika hendak bepergian atau baru pulang. Dari ‘Aisyah, bahwa Nabi biasa mencium istrinya setelah wudhu’, kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi wudhu’nya.”(HR ‘Abdurrazaq)

3. Makan/minum sepiring/segelas berdua
Dari Aisyah, ia berkata : Saya dahulu biasa makan his (sejenis bubur) bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam “ (HR. Bukhori dalam Adabul Mufrod)

Dari Aisyah, ia berkata : Aku biasa minum dari gelas yang sama ketika haidh, lalu Nabi mengambil gelas tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum (HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur, dan riwayat lain yang senada dari Muslim.)

Nabi pernah minum di gelas yang digunakan Aisyah. Beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit Aisyah.(HR Muslim).

 Bahkan keberkahannya dijamin, Diriwayatkan Abu Hurairah: “Makanan berdua cukup untuk tiga orang, makanan tiga orang cukup untuk empat orang” ( HR Bukhori dan Muslim

4. Suami menyuapi istri
Dari Saad bin Abi Waqosh ra berkata : Rasulullah bersabda : “Dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu“ (HR Bukhori dan Muslim)

5. Berlemah lembut, melayani/menemani istri yg sedang sakit (memanjakan istri sakit)
Diriwayatkan oleh Aisyah, nabi adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit. (HR Bukhari dan Muslim)

6. Bersenda gurau dan membangun kemesraan
Aisyah dan Saudah pernah saling melumuri muka dengan makanan. Nabi tertawa melihat mereka. (HR Nasai dengan isnad hasan). 
Dari Zaid bin Tsabit berkata tentang Rasulullah : suka bercanda dengan istrinya (HR Bukhari).

7. Menyayangi istri dan melayaninya dengan baik
Dari Abu Hurairah, dia berkata Rasulullah bersabda : Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya (HR.Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih).

8. Memberi hadiah
Dari Ummu Kaltsum binti Abu Salamah, ia berkata, “Ketika Nabi menikah dengan Ummu Salamah, beliau bersabda kepadanya, Sesungguhnya aku pernah hendak memberi hadiah kepada Raja Najasyi sebuah pakaian berenda dan beberapa botol minyak kasturi, namun aku mengetahui ternyata Raja Najasyi telah meninggal dunia dan aku mengira hadiah itu akan dikembalikan. Jika hadiah itu memang dikembalikan kepadaku, aku akan memberikannya kepadamu.” 

Ia (Ummu Kultsum) berkata, “Ternyata keadaan Raja Najasyi seperti yang disabdakan Rasulullah, dan hadiah tersebut dikembalikan kepada beliau, lalu beliau memberikan kepada masing-masing istrinya satu botol minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi dan pakaian tersebut beliau berikan kepada Ummu Salamah.” (HR Ahmad)

9. Tetap romantis walau istri sedang haid
Haid, adalah sesuatu yang alamiah bagi wanita. Berbeda dengan pandangan kaum Yahudi, yang menganggap wanita haid adalah najis besar dan tidak boleh didekati. Ketika Aisyah sedang haid, Nabi pernah membangunkannya, beliau lalu tidur dipangkuannya dan membaca Al Qur’an (HR Bukhari)

10. Mengajak istri makan di luar
Mungkin kebanyakan kita, lebih suka pergi bersama teman-teman, meninggalkan istri di rumah. Nah yang ini mungkin familiar, saya suka bilang ama istri “mi maem diluar yuk umi maem apa tar abi yg bayarin deh”. Hal ini bisa membangkitkan romantisme berdua sekaligus menghilangkan penat karena kesibukan suami kerja mencari nafkah atau capeknya istri mengurus rumah.

Anas mengatakan bahwa tetangga Rasulullah seorang Persia pintar sekali membuat masakan gulai. Pada suatu hari dia membuatkan masakan gulai yang enak untuk Rasulullah. Lalu dia datang menemui Rasulullah untuk mengundang makan beliau. Beliau bertanya: “Bagaimana dengan ini? (maksudnya Aisyah).” Orang itu menjawab: “Tidak.” Rasulullah berkata: “(Kalau begitu) aku juga tidak mau.” Orang itu kembali mengundang Rasulullah. Rasulullah bertanya: “Bagaimana dengan ini?” Orang itu menjawab: “Tidak.” Rasulullah kembali berkata: “Kalau begitu, aku juga tidak mau.” Kemudian, orang itu kembali mengundang Rasulullah. dan Rasulullah. kembali bertanya: “Bagaimana dengan ini?” Pada yang ketiga kalinya ini orang Persia itu mengatakan: “Ya.” Akhirnya mereka bangun dan segera berangkat ke rumah laki-laki itu.” (HR Muslim)

11. Mengajak istri jika hendak ke luar kota
Biasanya para suami, kalau ada tugas ke luar kota, hal-hal seperti ini dijadikan kesempatan. Tapi tak ada salahnya kalau rejeki kita cukup, kita ajak istri kita pergi juga, tinggal bilang sama komandan atau juragan  (syukur-syukur kalau komandan mau bayarin hehehe..), kalo saya biasanya biaya sendiri tapi ya kalo ada rejeki lebih sih,hehe....

Aisyah berkata : “Biasanya Nabi saw. apabila ingin melakukan suatu perjalanan, beliau melakukan undian di antara para istri. Barangsiapa yang keluar nama/nomor undiannya, maka dialah yang ikut pergi bersama Rasulullah.’ (HR Bukhari dan Muslim)

12. Menghibur diri bersama istri ke luar rumah
Dari Aisyah, dia berkata: “Pada suatu hari raya orang-orang berkulit hitam mempertontonkan permainan perisai dan lembing. Aku tidak ingat apakah aku yang meminta atau Nabi. sendiri yang berkata padaku: ‘Apakah aku ingin melihatnya?’Aku jawab: ‘Ya.’ Lalu beliau menyuruhku berdiri di belakangnya. Pipiku menempel ke pipi beliau. Beliau berkata: ‘Teruskan main kalian, wahai Bani Arfidah (julukan orang-orang Habsyah)!’ Hingga ketika aku sudah merasa bosan beliau bertanya: ‘Apakah kamu sudah puas?’Aku jawab: ‘Ya.’ Beliau berkata: ‘Kalau begitu, pergilah!’” (HR Bukhari dan Muslim)

13. Mencium istri sering-sering
Mencium istri dengan penuh kasih sayang, sangatlah mulia dan romantis. Berbeda dengan ciuman yang dilakukan karena nafsu seperti di film-film yang kebanyakan ada di layar kaca.
 Nabi sering mencium Aisyah dan itu tidak membatalkan puasa (HR Nasai dalam Sunan Kubra II/204)

14. Suami mengantar istri
Kadang banyak dari kita malas mengantar istri kita bepergian. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika istri saya keluar rumah sendirian, ada masalah di jalan dia kebingungan.
Shafiyyah, istri Nabi, menceritakan bahwa dia datang mengunjungi Rasulullah. ketika beliau sedang melakukan i’tikaf pada hari sepuluh yang terakhir dari bulan Ramadhan. Dia berbicara dekat beliau beberapa saat, kemudian berdiri untuk kembali. Nabi. juga ikut berdiri untuk mengantarkannya.” (Dalam satu riwayat dikatakan: “Nabi berada di masjid. Di samping beliau ada para istri beliau. Kemudian mereka pergi (pulang). Lantas Nabi. berkata kepada Shafiyyah binti Huyay: ‘Jangan terburu-buru, agar aku dapat pulang bersamamu" (HR Bukhari dan Muslim)

15. Suami istri berjalan dimalam hari
Duh, so sweet dan romantis buanget jalan malam berdua ma istri bergandengan tangan menikmati indahnya malam hari nongkrong di alun-alun sambil makan tempe, minum teh anget dan sambil ngobrol,hihihiiiii....
Rasulullah datang pada malam hari, kemudian mengajak aisyah berjalan-jalan dan berbincang-bincang (HR Muslim 2445)

16. Panggilan khusus pada istri
Kadang kita memanggil istri kita, honey, yayank, umi dan lain-lain. Seperti itu pun Rasulullah. Nabi memanggil Aisyah dengan Humairah artinya yang kemerah-merahan pipinya.

17. Memberi sesuatu yang menyenangkan istri
Dari Said bin Yazid, bahwa ada seorang wanita datang menemui Nabi, kemudian Nabi bertanya kepada ‘Aisyah: “Wahai ‘Aisyah, apakah engkau kenal dia?” ‘Aisyah menjawab: “Tidak, wahai Nabi Allah.” Lalu, Nabi bersabda: “Dia itu Qaynah dari Bani Fulan, apakah kamu mau ia bernyanyi untukmu?”, maka bernyanyilah qaynah itu untuk ‘Aisyah. (HR. An Nasa’i, kitab Asyratun Nisa’, no. 74)

18. Memperhatikan perasaan istri
“Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya merengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar- Rafi’ dari Abu Sa’id Alkhudzri)

19. Segera menemui istri jika tergoda
Dari Jabir, sesungguhnya Nabi saw pernah melihat wanita, lalu beliau masuk ke tempat Zainab, lalu beliau tumpahkan keinginan beliau kepadanya, lalu keluar dan bersabda, “Wanita, kalau menghadap, ia menghadap dalam rupa setan. Bila seseorang di antara kamu melihat seorang wanita yang menarik, hendaklah ia datangi istrinya, karena pada diri istrinya ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu.” (HR Tirmidzi)

20. Berpelukan saat tidur
Membiasakan diri memeluk suami/istri juga salah satu cara membuat suasana dalam rumah tangga kita selalu dalam keadaan mesra dan juga merupakan tanda kasih sayang suami/istri kepada pasangannya.
21. Membantu pekerjaan rumah tangga
Hal inilah yang kadang-kadang masih males. Tapi jika dikerjakan berdua, biasanya jadi tidak berasa, sambil becanda ataupun ngobrol-ngobrol.

Aisyah pernah ditanya : “Apa yang dilakukan Nabi. di rumahnya?” Aisyah menjawab: “Beliau ikut membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya.” (HR Bukhari).

22. Mengistimewakan istri
Dari Anas, dia berkata: “Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah.” (HR Bukhari)

23. Mendinginkan kemarahan istri dengan mesra
Nabi saw biasa memijit hidung ‘Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, Wahai ‘Aisyah, bacalah do’a: ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ibnu Sunni)

24. Tiduran di pangkuan istri
Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Nabi biasa meletakkan kepalanya di pangkuanku walaupun aku sedang haidh, kemudian beliau membaca al-Qur’an.” (HR ‘Abdurrazaq)

25. Mandi romantis bersama pasangan
Aisyah pernah mandi satu bejana bersama Nabi (HR Nasai I/202)

26. Disisir istri
Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Saya biasa menyisir rambut Rasulullah,saat itu saya sedang haidh”.(HR Ahmad)

27. Minum bergantian pada tempat yang sama
Dari ‘Aisyah, dia berkata, “Saya biasa minum dari muk yang sama ketika haidh, lalu Nabi mengambil muk tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau minum, kemudian saya mengambil muk, lalusaya menghirup isinya, kemudian beliau mengambilnya dari saya, lalu beliau meletakkan mulutnya pada tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau pun menghirupnya.” (HR ‘Abdurrazaq dan Sa’id bin Manshur)

28. Membelai istri
“Adalah Rasulullah tidaklah setiap hari melainkan beliau mesti mengelilingi kami semua (istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampiridan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat istri yang beliau giliri waktunya, lalu beliau bermalam di tempatnya.” (HR Ahmad)

Dan masih banyak tips lain yang bisa dilakukan sesuai kreatifitas Anda semua. Nabi bersabda, “Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik terhadap keluarga /istrinya. Dan saya adalah orang yang paling baik terhadap istri/keluargaku” (HR Tirmidzi).

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat serta bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, wa rohmah selalu. Amiin amiin amiin Ya Rabbal 'alamiin.....

Sumber : Diambil dari berbagai sumber

Rabu, 15 Februari 2012

KELUARGA HARMONIS DENGAN CANDA

Apakah anda senang bercanda dengan pasangan Anda, atau apakah pasangan anda senang mengajak bercanda? Kalau jawabannya jarang atau bahkan tidak, berhati-hatilah. Beberapa tes untuk mengukur sejauh mana keharmonisan suatu hubungan pernikahan senantiasa menjadikan "ada tidaknya canda" sebagai salah satu barometer. Kurangnya canda dan gurauan di antara suami istri bisa menunjukkan kurang harmonisnya kehidupan rumah tangga.

Setiap orang tentu menginginkan hubungan pernikahannya harmonis hingga akhir hayat. Namun tak setiap pasangan dapat mempertahankan keharmonisan rumah tangganya, bahkan banyak yang berakhir dengan perceraian. Alasan perceraian "sudah tidak ada kecocokan" sebenarnya berarti sudah hilangnya keharmonisan dalam rumah tangganya. 


Banyak faktor yang mempengaruhi hilangnya keharmonisan diantara keduanya. Diantara faktor yang paling penting yaitu komunikasi. Jika komunikasi mengalami hambatan bisa mempengaruhi hubungan suami istri.
Suami istri perlu membiasakan suasana komunikasi yang akrab dalam keseharian bahkan dalam menentukan berbagai keputusan penting dalam rumah tangga. Suami dan istri harus saling menghargai pendapat masing-masing. Tak sepantasnya suami mendoktrin istri, atau bahkan meremehkan pendapatnya. Demikian juga sang istri sebaiknya tidak mendominasi pembicaraan. Suasana dialogis perlu dikembangkan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. 


Rosululloh adalah teladan baik sebagai seorang suami dalam menjalin komunikasi dengan keluarganya. Beliau tak segan mendengarkan pembicaraan istri tanpa memotong, menyela bahkan menghentikannya. Sebagai contoh, suatu malam Aisyah menuturkan kisah yang amat panjang tentang sebelas orang wanita di zaman jahiliyah yang menceritakan suami-suami mereka. 


Selama Aisyah bercerita Rosululloh menyimaknya dengan baik. Aisyah merasa bebas bercerita kepada Rosululloh tanpa khawatir dipotong dan diacuhkan oleh beliau. Bahkan Rosululloh terlihat betah mendengar cerita Aisyah yang panjang lebar itu. Setelah selesai barulah beliau memberi komentar secukupnya. Dari kisah itu kita bisa melihat suasana komunikasi dalam keluarga yang baik dan lancar. 


Rosululloh adalah juga sosok suami yang sangat memperhatikan kebutuhan bathiniah istrinya. Rosululloh senantiasa mengupayakan suasana yang menyenangkan dan selalu ingin menghibur perasaan istrinya. Aisyah yang terpaut usia sangat jauh tidak dipaksa melulu untuk mengikuti pola dan irama hidup Rosululloh sebagai pemimpin umat. Ada saat-saat di mana Rosululloh mengkondisikan suatu suasana dan situasi demi menyenangkan perasaan Aisyah. Nabi mengundang beberapa anak gadis Anshar untuk bermain-main dengan Aisyah. Dibiarkannya Aisyah bemain memuaskan hatinya. Hubungan harmonis Rosululloh dengan Aisyah pun terlihat dari sikap masing-masing terhadap pasangannya.


Aisyah pernah menyaksikan orang-orang Habsyah yang sedang bermain pedang di mesjid sebagai bentuk latihan menghadapi peperangan. Sambil menonton Aisyah bersandar di pundak beliau. Selama itu beliau tidak beranjak sampai Aisyah sendiri yang menginginkan pergi. Demikian juga Rosululloh kerap menyandarkan kepala di pangkuan Aisyah sambil membaca Al Quran.


Rosululloh bahkan pernah berlomba lari dengan Aisyah. "Rosulullah berlomba denganku hingga aku dapat mendahuluinya, sampai ketika saya menjadi gemuk beliau berlomba dengan aku dan beliau mendahului aku. Lalu beliau tertawa dan berkata, "Kali ini untuk menebus yang dulu" (HR. Ahmad dan Abu Dawud).


Untuk menciptakan suasana harmonis Rosulullah gemar bercanda dengan istrinya. Meskipun beliau banyak mengalami kesedihan, beliau suka bergurau. Beliau menyertai istrinya dalam tertawa. Pada suatu kali, saat membuat roti, dua orang istri Nabi yaitu Aisyah dan Saudah bercanda saling melumurkan adonan tepung ke wajah, dan Rosul turut serta bergembira bersamanya (HR. Bukhari).


Rosululloh pun menganjurkan bergurau pada sahabatnya. Rosululloh pernah berkata kepada Hanzhalah ketika. Hanzhalah merasa sedih melihat perubahan sikapnya (keadaannya) sendiri yang berbeda ketika berada di rumah dan ketika bersama Rosululloh, sehingga ia menganggap dirinya munafik.
Maka Rosululloh bersabda, "Wahai Hanzhalah kalau kamu terus menerus dalam keadaan seperti ketika kamu bersamaku, niscaya kamu akan disalami oleh malaikat di jalan-jalanmu. Akan tetapi, wahai Hanzhalah, berguraulah sekedarnya." 


Canda dan gurauan memang diperlukan dalam menjalin komunikasi yang akrab khususnya antara suami dan istri. Suasana tegang dan hubungan yang kaku dan hambar dapat dicairkan dengan gurau dan canda. Menurut beberapa penelitian humor atau canda dapat menghindari stress dan timbulnya serangan jantung. Senyum dan tawa akan mengedurkan tegangnya urat syaraf. Persoalan rumah tangga yang kadang rumit harus dihadapi dengan rileks. Pernikahan bukan sekadar kontrak sosial dimana suami istri terikat dengan peraturan dan hubungan kaku. Sebaiknya dibangun suatu relasi dan situasi yang yang nyaman dan menyenangkan di mana setiap pasangan dapat menikmati hari-harinya. 


Dalam saling menasihati antara suami istri, canda dan humor juga sangat dibutuhkan. Nasihat yang disertai humor dapat menggerakkan rasio, menghilangkan jemu dan menimbulkan daya tarik. Nasihat yang menggurui dan kritik yang tajam akan sangat berlainan dampaknya dibanding dengan nasihat dan kritik yang disampaikan dengan canda. Canda akan mengurangi resiko munculnya perasaan tersinggung. Canda memang dapat menciptakan suasana komunikasi yang kondusif dalam rumah tangga sehingga ikatan pernikahan senantiasa harmonis. Namun perlu diingat bahwa canda harus betul-betul diniatkan untuk menyenangkan perasaan pasangan, bukan untuk menyinggung perasaannya. Insisiatif meyenangkan hati pasangan ini jangan hanya muncul dari salah satu fihak, melainkan harus dari keduanya. 


Istri maupun suami pun harus menghargai upaya pasangannya dalam menyenangkan hatinya sehingga ia akan merasa terpacu dan terpanggil untuk selalu menyenangkan hati pasangannya. 


"Sesungguhnya hati itu bisa bosan sebagaimana badan pun bisa bosan (letih), karena itu carikanlah untuknya hiburan yang mengandung hikmah." (Ali karamallahhu wajhah).
Wallahu a'lam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...